BERBAHAGIALAH MEREKA YANG TAK POPULER.

Hatimu mungkin akan berbunga-bunga,
Saat tiba-tiba di sebuah sudut jalan,
Seorang atau beberapa orang menegurmu.
Engkau tak mengenal mereka.
Tapi –Allah mengujimu-ternyata mereka mengenalmu.
“Ustadz, kami biasa mengikuti pengajiannya…”
“Wajah Ustadz sering kami lihat di TV dan Youtube…”.

Alhamdulillah ‘ala kulli haal.
Dakwah tersebar ke penjuru negeri.
Sunnah semakin dipahami.
Semakin banyak orang senang dengan kebaikan.
Tapi…

Tapi bagaimana dengan DIRI ini?
Bagaimana dengan JIWA ini?
Bagaimana NASIB hati yang lemah ini?
Hati yang rapuh pada pujian.
Hati yang gemeretak pada sanjungan.
Duhai Rabbi,
Karuniakan keikhlasan tak habis-habisnya pada hamba yang ringkih ini…

Yahya bin Ma’in pernah bertutur:
“Aku tak pernah melihat seperti Ahmad bin Hanbal.
Kami menyertainya selama 50 tahun, namun tak pernah sekalipun
Ia membanggakan kesalehan dan kebaikannya kepada kami.
Beliau –rahimahullah-biasa mengatakan:
‘Kita ini adalah kaum yang miskin (baca: payah)’.”

Para ulama hadits menuturkan:
“Kami pernah melihat Imam Ahmad
pergi ke Pasar Baghdad untuk membeli seikat kayu bakar.
Beliau lalu memanggulnya di atas pundaknya.
Tapi ketika orang-orang mengenalinya,
Para pemilik dagangan meninggalkan dagangan mereka.
Para pemilik kedai meninggalkan kedai mereka.
Para pejalan kaki berhenti di jalan-jalan mereka,
untuk menyalaminya.
Mereka mengatakan: “Biar kami yang membawakan kayu Anda!”
Namun beliau menepiskan tangannya.
Wajahnya memerah sedih.
Lalu air matanya menetes, sembari berucap:
‘Kita ini adalah kaum yang miskin.
Andai saja Allah tak menutupi aib ini,
maka semuanya akan terbongkar’.”

Suatu waktu, seorang pria datang memujinya.
Namun Imam Ahmad mengatakan padanya:
“Aku bersaksi kepada Allah,
Sungguh aku mengecammu atas ucapan itu.
Demi Allah, andai engkau tahu dosa dan kesalahanku,
engkau akan melumuri kepalaku dengan tanah.”

Di kesempatan lain, beliau berucap:
“Duhai, andai saja aku tak kenal dengan popularitas.
Andai saja aku hidup di salah satu lembah Mekkah,
agar tidak ada lagi manusia yang mengenaliku.”
(Hilyah al-Auliya’, 9/181)

Maka berlarilah dengan hatimu dari kemasyhuran,
Meski engkau terpaksa menjadi masyhur.
Berlarilah menjauh dari popularitas,
Meski engkau terpaksa menjadi sosok yang populis.
Berlarilah di sepertiga akhir malam…
Berlarilah di khalwat-khalwatmu…
Berlarilah sambil menggumamkan istighfar tanpa putus
Berlarilah sambil mohon keteguhan jiwa,
agar selalu ikhlas dan ikhlas.

Ya Allah, ampuni hamba atas segala ketidakikhlasan
yang menyelusup dalam jiwa ini…

Akhukum wa Muhibbukum fiLlah,
Muhammad Ihsan Zainuddin

View on Path

KPR, Cara Bodoh Membeli Rumah..?

Oleh Budhi Wuryanto

Membeli rumah dengan kredit jangka panjang dari bank ternyata cara yang bodoh. Saya tidak tahu apakah ratusan bahkan jutaan orang lainnya merasakannya juga. Ataukah malah menganggap keberuntungan, tersebab dengan pinjaman berbunga itu dapat mengatasi ketidakmampuan membeli rumah secara tunai. Jika pun keberuntungan, di baliknya ada kebodohan—karena dilakukan oleh jutaan orang, bukankah ini kebodohan yang meluas?

Semua akar persoalannya ada pada riba. Riba pula yang dijadikan solusinya. Baca pos ini lebih lanjut

ILUSI RIBA… DAN KITA MENIKMATINYA!

“Waah selamat ya bu.. Mobil baru nih, platnya masih putih, interiornya masih wangi bau pabrik..”
“Eh.. Iya.. iya jeng, makasih.. Alhamdulillah dikasih rejeki oleh Allah”
(Dalam hati: duuuh.. Gak tau dia kalo mobil ini kredit, cuman DP 30 juta, sisanya ngangsur 4 tahun)

“Wuuiik! Motor baru brooo.. Dah 150CC ini yak? Makin ganteng lu pakai motor ini.. Beli cash berapa bro?”
“Yooi cuy! Tarikannya mantaab, ngepoott bisa muter 470 derajat celsius! Enteeng dah..”
“Beli di dealer mana? Beli cash berapa bro?”
“Eh elu haus enggak.. Ada yang jual es tebu tuh disana!”
(Dalam hati: waaaduuuh, ketahuan beli kredit gengsi nih gua! dah ganteng-ganteng gini masak naik motor utangan, jadi GGK dong.. Ganteng-Ganteng Kreditan!)

“Waah pak, rumahnya nyaman sekali di kompleks ini, fasilitasnya lengkap, banyak pohonnya.. Belinya berapa pak kemarin?”
“Aah.. Masih milik bank rumah ini pak, saya KPR 15 tahun, kalau gak nekat ya susah beli rumah jaman sekarang pak.. Bayar DP aja, nanti nyicil urusan belakangan”
“Ooo gitu ya pak.. Saya mau KPR tuh gak berani pak, 15 tahun saya bayar cicilan. Saya milih beli tanah yang murah aja pak, pelan-pelan saya bangun tiap dapat rejeki, alhamdulillah sudah mau 4 tahun, bulan depan mau masang gentengnya pak..”
“Eh iya pak.. Saya juga sempet mikir gitu dulunya, tapi aduh ini mumpung dapat yang cocok pak, akhirnya nekat aja deh..”

“Heeei.. handphone baruu yaa! Gilee iPhone 6S plus! Ini kan mahaaal gilak! 14 juta kan harganya!”
“Yaa demi komunikasi laah biar lancar, kalo lancar kan kerjaan juga gak ketinggalan, beres semua ditangan”
(Dalam hati: gak tau dia, aku beli hape ini gesek 2 kartu kredit, sebulan bayar 1,3 juta sampai 12 kali bayar. Gak papa lah.. Kalo aku pakai hape ini kan orang juga segen ngeliatnya..”

“Ciyeee yang habis pulang dari Dubai.. Foto-fotonya eksis benerrrr di instagram! Keren lo.. Oleh-oleh mannaa?”
“Eh iyaaa.. Mumpung masih muda, sebanyak apapun tempat itu kita jelajahi, biar gak nyesel nanti kalau udah tua bro! Pokoknya bisnis jalan, ownernya jalan-jalan..”
(Dalam hati: duuh, jangan sampai tau dia.. Beli tiketnya kemarin pakai kartu kredit utangan, jalan-jalan sekarang, bayarnya cicil hingga 2 tahun ke depan…)

Mmmmm…..
Gak usah nunjuk siapa-siapa, lebih baik kita ambil kaca, yang gede sekalian. Berdiri di depannya.. Naaah itulah pelakunya!

Ilusi menjadi orang kaya, padahal sebenarnya belum mampu punya..
Kredit adalah kewajiban, yang penting keren deh itu tongkrongan..
Hutang adalah kebiasaan, yang penting harga diri naik drastis di depan teman..

Dan kita tidak sadar, bertahun-tahun kita terjebak dalam hutang dan kredit yang membelenggu hidup kita, merampas uang kita, bunga berbunga tak ada habisnya, cicilan demi cicilan tak ada ujungnya..
Sakit!!
Perih!!
Baru sekarang sadar, ternyata gaya hidup yang sudah menjebak kita..

Rejeki dari Allah itu PASTI CUKUP untuk hidup.. Tapi tak akan pernah cukup untuk gaya hidup!

Dan yang baru sekarang kita sadar, hutang-hutang kredit yang kita ambil itu adalah hutang RIBA!
RIBA? Apa itu mas?
RIBA adalah RAIB!
Rejeki yang asalnya dari riba akan berakhir dengan keraiban, hilang, musnah, semu, dan tidak ada keberkahan di dalamnya.

Semua pinjaman yang meminta kelebihan bayar jatuhnya RIBA, dan proses itu bisa terjadi dalam akad jual beli dan hutang-piutang!
Contoh:
1. Dalam akad hutang:
RIBA QARDH: hutang uang 1 juta dalam waktu 6 bulan, harus dikembalikan dengan bunganya 15%

RIBA JAHILIYAH: hutang harus kembalikan dalam waktu 1 bulan, jika tidak tambah 10%

RIBA NASI’AH: barang kredit tidak lunas dalam 1 tahun tambah denda 10%.

2. Dalam akad jual beli:
RIBA FADL: emas 5 gram, ditukar dengan emas 5,5 gram.
Atau
Menukar emas dengan perak secara kredit

————-
“Mas siapa sih yang rese’ bikin aturan RIBA itu haram dan dilarang? Padahal kan selama ini kita dah enak, bisa utang sana sini, bisa nyicil sana sini, bisa menikmati banyak hal bayar belakangan!”

Naaah.. Itulah masalahnya bro! Aturan tentang riba haram ini bukan ada di Undang Undang buatan DPR, bukan di PP buatan Presiden apalagi Kapolri!
Ini aturan Allah bro! Allaaah!
Tuhan yang menciptakan kita..
Yang menghidupkan kita,
dan kelak PASTI mematikan kita!

Wakwaaawww!
“Duuuh.. Masak sih mas?”
Gini gini coba dibaca ini, jangan kaget!
1. Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui Fatwa No. 1 tahun 2004 menyatakan bahwa praktek perbungaan saat ini baik yang dilakukan Bank, Asuransi, Pasar Modal, Pegadaian, Koperasi dan lembaga keuangan lainnya maupun yang dilakukan individu termasuk salah satu bentuk Riba, dan hukumnya HARAM.
Gak percaya? Nih download surat resminya MUI disini →
http://mui.or.id/wp-content/uploads/2014/11/32.-Bunga-InterestFaidah.pdf

2. Ketetapan akan keharaman bunga bank oleh berbagai Forum Ulama Internasional, antara lain:
a. Majma’ul Buhuts al-Islamiyyah di al- Azhar Mesir pada Mei 1965. Ada 300 ulama seluruh dunia berkumpul sepakat tentang ini.
b. Majma’ al-Fiqh al-Islamy Negara- negara OKI yang diseenggarakan di Jeddah tgl 10-16 Rabi’ul Awal 1406 H/22-28 Desember 1985.
c. Majma’ Fiqh Rabithah al-‘Alam al- Islamy, Keputusan 6 Sidang IX yang diselenggarakan di Makkah tanggal 12 – 19 Rajab 1406 H.
* Keputusan Dar al-Itfa, Kerajaan Saudi Arabia, 1979
* Keputusan Supreme Shariah Court Pakistan 22 Desember 1999.

————
“Mas kalau seluruh ulama mengharamkan riba, kenapa praktek itu masih ada dimana-mana?”
Naaah… Karena ulama itu tidak memegang kekuasan bro, yang megang kuasa itu pemerintah. Tau sendiri kan negara kita, soal hutang jagoannya? Denger-denger hutang negara kita sudah 4300 trilyun! Kalo ditulis jadinya ini: Rp. 4.300.000.000.000.000!!
Kalo dibelikan cendol, klekep berapa kabupaten itu bro?

Dan tau enggak, kenapa ulama seluruh dunia mengharamkan? Mereka gak main-main, dasarnya Quran dan Hadist jelasssss banget! Cuman kita aja yang selama ini ngeyel, gak mau belajar ilmunya, cari pembenaran sendiri, ngutak-ngatik hukum dan aturan Allah biar yang haram jadi sedikit halal..

Padahaaal… Khamar itu haram, walaupun diminum di halaman mushola, pakai sarung, baju koko dan peci, minumnya cuman 1/4 sloki sambil baca Bismillah.. Tetap Haram!

Ketika kita ngeyel main-main dengan harta riba, maka yang terjadi KITA DAPAT UANGNYA, TAPI TIDAK DAPAT KEBERKAHANNYA..
Uangnya dapat, tapi entah pergi kemana?..
Kayaknye megang duit, tapi kok semua urusan jadi sulit..
Duit segepok, tapi halangan datang terus gak kapok-kapok…
Rekening kayaknya nambah, tapi sering dapat musibah..
Dapat uang sebukit, tapi keluarga terus-terusan sakit..
Itulah ciri rezeki yang tidak ada keberkahannya..

Padahal Allah jelasss banget mengingatkannya..
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan TINGGALKAN SISA RIBA (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. Jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), MAKA KETAHUILAH, BAHWA ALLAH DAN RASUL-NYA AKAN MEMERANGIMU. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu, kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya.”
(Al-Baqarah: 278-279)

Astagfirulllah.. Kita ngeyel, bakal diperangi langsung oleh Allah dan Rasulnya..

Nabi pun terus mengingatkan betapa bahayanya riba, karena efek menghancurkannya bertahun-tahun dalam kehidupan seseorang:

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat pemakan riba (rentenir), penyetor riba (nasabah yang meminjam), penulis transaksi riba (sekretaris) dan dua saksi yang menyaksikan transaksi riba..”
Kata beliau, “Semuanya sama dalam dosa.” (HR. Muslim no. 1598)

Astagfirullah.. Double kick langsung mental terkapar kita!

“Terus kalo sudah terjebak dalam riba gimana mas? Bertahun-tahun terkekang hidup, tambal sulam dari hutang ke hutang.. Gali lobang tutup empang! Eh.. Nutup empang kecemplung jurang!”

Ya ayooo kita berjuang bareng, kita hijrah dari gaya hidup penuh hutang menuju hidup tanpa hutang.. Tanpa riba.. Pasti bakal tenang hidup kita.
Memang tidak mudah kawan, tapi justru disitulah bagian dari ikhtiar kita, saling mendukung dan saling mendoakan..
Ada yang selasai dalam hitungan bulan..
Ada yang hitungan tahun..
Tidak masalah, karena momen taubat itu yang Allah suka..

Ini langkah-langkahnya:
1. Taubat, kita minta ampun pada Allah karena pernah memakan harta riba, dan berjanji kita tidak akan menambah lagi hutang riba! Stop! Stop! Cukup!
2. Berazam bebas riba, artinya bercita-cita dan bersungguh-sungguh sampai mentok, untuk melunasi semua hutang kita.
3. Fokus menyelesaikan hutang, menunda semua kesenangan. Tiap dapat rezeki langsung diniatkan mengurangi pokok hutang. Dari yang terjadwal 15 tahun, eh bisa lunas dalam 5 tahun. Bisa juga menjual aset-aset yang selama ini menjadi beban, mau rumah, ruko, kendaraan, atau apapun jika sudah niat bener bebas riba ya lepaskan saja.
4. Minta doa dari orang sekitar, terutama dari ibu bapak kita, dari saudara dan kawan, dari duafa yang kita ringankan bebannya. Jangan remehkan kekuatan doa, kita tidak pernah tau dari mulut siapa doa kita dikabulkan..
5. Terus perbaiki ibadah, sholat tepat waktu, sedekah dan zakat jangan ditunda-tunda, zikir kita perbanyak, biar Allah juga mempercepat hajat kita.

Dan lihatlah kawan, ini janji Allah untuk kita..
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, إِنَّ اللَّهَ مَعَ الدَّائِنِ حَتَّى يَقْضِىَ دَيْنَهُ مَا لَمْ يَكُنْ فِيمَا يَكْرَهُ اللَّهُ
“Allah akan bersama (memberi pertolongan pada) orang yang berhutang (yang ingin melunasi hutangnya) sampai dia melunasi hutang tersebut selama hutang tersebut bukanlah sesuatu yang dilarang oleh Allah.”
(HR. Ibnu Majah no. 2400. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih)

Tuh!
Kita AKAN DITOLONG OLEH ALLAH asal kita benar-benar berniat dan berusaha menyelesaikan hutang kita di dunia..

Buat kawan-kawan kita yang masih masuk golongan “Jamaah Ngeyeliah”, sampaikan tulisan ini agar mereka sadar. Tugas kita menyampaikan, soal hidayah itu urusan Allah. Yang penting kita niatkan dapat pahala syiarnya..
Pesan Nabi:
“Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, baginya seperti pahala yang melakukannya..” (HR. Muslim)

Ambil kaca lagi, mari instropeksi..
Jika hidup kita susah..
Hati sering gelisah..
Tiap hari banyak masalah..
Jiwa terasa gundah..
Semua urusan tak pernah mudah..
Halangan terus tak sudah-sudah..
Mungkin karena harta riba kita telan dengan serakah.

https://www.facebook.com/zaenal173/

View on Path

Assalamualaykum Warohmatullahi Wabarakatuh

Apa itu Rumah Syariah atau KPR SYARIAH NON BANK ?

Benarkah telat membayar angsuran bisa TIDAK DENDA ?
Benarkah rumah TIDAK AKAN DISITA ?

Jangan Dibaca Ya..

Jawabannya semua benar, Tanpa Sita, Tanpa Denda, Tanpa Bi Checking, Tanpa Akad Ganda

Apa itu Rumah Syariah atau KPR Syariah Non Bank?

kpr-syariah-non-bank-solusi-properti-tanpa-riba-sakinah-village

1. Transaksi hanya dua pihak, yaitu antara DEVELOPER dan PEMBELI secara langsung.

Ket Konvensional :
Pada konsep konvensional terjadi tiga pihak dalam bertransaksi
Bank, Developer, Pembeli

Skema –
> Pembeli memesan ke Developer dan membayar sejumlah Uang Muka, lalu sisa hutang atau disebut plafon diteruskan oleh Bank dengan Pembeli .

Perhatikanlah, apakah ada transaksi antara Developer dengan Bank?
Seharusnya jika akad Syariah maka pihak Bank membeli terlebih dahulu barang kepada Developer.
Sehingga barang sepenuhnya milik Bank, TETAPI pada peraturan Bank Indonesia tercantum bahwa bank tidak bisa membeli asset seperti membeli barang dari Developer

Ket Syariah :
Pada Rumah Syariah jelas bahwa Developer sebagai pemilik barang, menjual kepada Pembeli, dimana Cicilan atau disebut plafon itu dilakukan langsung antara Developer dengan Pembeli juga, TANPA ada pihak BANK

2. Tidak Sita karena barang sepenuhnya milik Pembeli
Pada saat pembelian kredit, maka tidak akan ada yang tahu masa depan dari masing2 individu, sehingga kemungkinan kesulitan keuangan atau kebangkrutan bisa saja datang.

Ket Konvesional:
Pada konsep konvensional terjadi SITA, apabila konsumen tidak bisa membayar selama tempo tertentu sehingga seluruh uang yang telah dibayarkan pembeli akan HANGUS dan harus keluar dari rumah yang telah ditempati.

Ket Syariah :
Pada Rumah Syariah apabila kesulitan keuangan terjadi, maka diberikan waktu diskusi dan pertemuan serta membantu menganalisis masalah tersebut untuk dicarikan solusi terbaik.
Beberapa solusi bisa muncul, seperti :
1. Take Over sementara kepada keluarga
2. Menjaminkan barang lain yang bisa menutupi

Apabila ternyata sudah buntu dan tidak ada perkembangan mengenai masalah ini, maka rumah silahkan dijual oleh pembeli dengan harga diwaktu tersebut untuk mendapatkan dana besar sehingga sisa hutang bisa dilunasi dan pembeli bisa membawa sisa uang hasil penjualan rumahnya

contoh :
Pembeli sudah mencicil hingga 5 tahun sejumlah 300jt dan sisa hutang itu 200jt
Tahun ke-6 rumah akhirnya dijual dengan harga 700jt
Maka kewajiban membayar ke developer hanyalah sisa hutang, yaitu sejumah 200jt
Pembeli akhirnya mendapatkan 500jt dan bisa membeli rumah di tempat lain.

Gimana? Clear kah?

3. TIdak Denda apabila telat membayar karena bisa terjebak RIBA
Pada akad jual beli, harga haruslah jelas di awal sebelum pembelian.

Contoh, harga pembelian tercatat 500jt selama 15 tahun
Maka pembeli selama 15 tahun harus melunasi sejumlah 500jt tanpa KELEBIHAN

Apabila terdapat denda, maka ini termasuk dalam RIBA
Nah, solusinya adalah memberikan sistem baru dimana bukan DENDA
1. Memberikan reward kepada pembeli yang melakukan pembayaran selalu tepat waktu
2. Menjelaskan dan mencoba memberi pemahaman mengenai bahaya telat bayar seperti dalil dan sebagainya
3. Apabila memang ada unsur sengaja, maka ada diskusi dan punishment
4. Tidak ada akad ganda
Pada perumahan syariah sudah jelas bahwa akad hanya Jual Beli, dimana pada saat DP masuk maka itu rumah adalah milik Pembeli.
Ket Konvensional :
Tetapi pada konsep konvensional, terjadi akad GANDA yaitu SEWA-BELI
dimana pada saat masih mengangsur dan belum lunas, maka rumah milik Developer atau Bank .
Setelah lunas maka rumah barulah milik pembeli
5. Tanpa Bi Checking
Perlu diketahui bahwa ada kondisi pada konsek konvensional yaitu orang memiliki uang tapi tidak bisa membeli rumah karena masalah bi checking

Tetapi pada perumahan syariah, semua itu dihapuskan dan konsepnya adalah PEMBELI bersedia membeli dan memiliki kemampuan membayar, maka Developer menerima dengan baik

Manajemen Sakinah Village

https://www.facebook.com/zaenal173/

View on Path

Perumahan Syariah Di Bekasi Siap Menerima Konsumen Serius Untuk Hadir Gathering

Alhamdulillah sahabat fillah semua karena terdapat tiga produk rumah islami dengan sistem kredit tanpa riba yang telah diluncurkan di Bekasi.

Ketiga Produk Rumah Syariah Dibawah Ini Telah Sold Out 100% :

1.Rumah Islamik Griya Pesona Cimuning (Sold Out)

2.Property Syariah Griya Pesona Cibening (Sold Out)

3.Kredit Rumah Tanpa Riba Griya Pesona Tambun Selatan (Sold Out)

Salah satu produk unggulan untuk investasi syariah terbaik > “Investasi Syariah”

Seluruh produk menerapkan kredit rumah tanpa riba sesuai syariah islam.
Para konsumen melakukan kredit rumah tanpa bank sehingga tidak memerlukan persyaratan kpr seperti pada biasanya.
Kpr diterima 90% sehingga kami menjamin bahwa Indo Properti Syariah benar-benar kpr tanpa bi checking.

Maukah teman-teman merasakan produk kpr tanpa bank dan langsung mencicil kepada developer property syariah tanpa riba dengan proses mudah?

Insyaa Allah kami akan segera mengontak Anda jika benar-benar menginginkannya. Beberapa produk akan segera dipersembahkan untuk sahabat fillah diseluruh tanah air.

Kredit Perumahan Syariah Tanpa Riba Di Bekasi

Silahkan Berikan Data Diri Peminat Di Bawah Ini  Sebagai Berikut

Format Peminat Property Syariah dan Perumahan Syariah Tanpa Bank :

Nama Peminat :
No Hp :
No WhatsApp (WA) :
Alamat Email :

Kirim ke Zaenal Arifin
No WA 08159161125

Selamat bergabung bersama seluruh pembeli rumah islami sesuai syariah lainnya di wilayah Bekasi dan sekitarnya.

Kami benar-benar menerapkan transaksi halal dan baik. Insyaa Allah pembeli pun adalah orang baik dan bisa menjadi tetangga yang hangat serta akan tercipta lingkungan kekeluargaan sesuai islam.

Bagi yang belum mengetahui mengenai bahaya riba dan perumahan syariah, silahkan cek dibawah ini :
http://bit.ly/2b2eDQs

Membutuhkan lokasi lain? silahkan lanjut disini :
Produk Perumahan Kpr Syariah

Wassalam.

View on Path

Perumahan Syariah Jatiasih Alifia Residence Bekasi 

Rumah 2 Lantai 
Hunian Rumah Tingkat Berkonsep Rumah Islami Mewah dan Modern di Jatiasih Komsen Bekasi

Menghuni rumah kontrakan lebih baik dibanding mendapatkan rumah dengan kredit riba

Mau membeli kredit rumah tanpa riba? 

Memang membeli rumah impian tidak bisa sembarangan. Banyak yang memperhatikan hanya dari segi fisik dan lokasi. 

Cobalah berfikir bahwa pembelian dibagi menjadi dua yaitu cash dan kredit. Lalu, jika kredit, maka perhatikanlah cara pembayarannya.

Membeli rumah bukan hanya berfikir tentang untung dan rugi. Dan bukan pula berbicara tentang kenyamanan. Tapi yang lebih penting adalah mengenai keberkahan.

Karena dari keberkahan itulah akan melahirkan anak-anak yang sholeh dan sholehah, keluarga harmonis, rizqi lancar, bisnis sukses dan kebaikan-kebaikan lainnya.

Yaaa…semua bermula dari hunian yang berkah. Hunian yang di beli dengan cara yang baik yaitu kpr tanpa riba.

Apakah mungkin memiliki rumah yang penuh berkah sedangkan kita peroleh dengan cara jalan riba???

Menghadirkan kehadapan anda sebuah hunian syariah dengan sistem tanpa riba.

Sistem Syariah Rumah Syariah Bekasi Alifia Residence Komsen

Silahkan Pilih Sesuai Keinginan :
Ukuran mulai 80/73,4
Harga mulai 798 Juta
DP bisa di cicil
Bisa kredit sampai 10 tahun

Lokasi Strategis Perumahan Syariah Jatiasih Alifia Residence Bekasi

1. Sekitar 6 Menit ke Giant Jatiasih
2. Sekitar 3 Menit ke SPBU Wibawa Mukti
3. Sekitar 15 menit dengan Pusat Pendidikan: SD, SMP, SMU, Perguruan Tinggi YAPIDH , Sd Negeri Jatiasih, Smp Negeri 30.
4. Lokasi lahan dekat dengan RSU Kartika Husada
5. Sekitar 5 menit kepada Gerbang Toll Jatiasih

Spesifikasi Bangunan Rumah 2 Lantai Jatiasih Bekasi :

4 Kamar Tidur
2 Kamar Mandi
1 Ruang Tamu
1 Ruang Keluarga
1 Ruang Makan
1 Ruang Dapur
1 Carport

Rangka atap : Baja ringan
Dinding : Hebel + plester Aci + cat
Struktur : Baja ringan
Pondasi : Plat setempat+batu kali
Lantai : Keramik IKAD/setara
Pintu utama : Panel multiplek + cat
Pintu kamar : Rangka kayu oven double taekwood + cad
Air bersih : sumur bor (jet pump)
Listrik : 2200 watt
Kusen pintu : Kayu meranti oven + cat
Kusen jendela : Allumunium
Sanitasi Air : American standart (setara)

Harga belum termasuk : PPN, BPHTB, Balik Nama
Harga termasuk : SHM, IMB, PLN, PDAM, AJB, PPJB

Terbatas Hanya 6 Unit (Tipe Rumah Dua Lantai)

Cek Lokasi Rumah Syariah di Bekasi: Komsen Jatiasih Dekat Pintu Tol
https://goo.gl/maps/VFCyfdCHVnK2

Belum cocok? silahkan daftarkan diri sebagai waiting list di Bekasi “Rumah Islami Bekasi”

Survey harap konfirmasi dibawah ini

Zaenal Arifin
WA 089158161125

View on Path

BAGAIMANA BERINTERAKSI DENGAN PERUSAHAAN-PERUSAHAAN LEASING (PERKREDITAN)

BAGAIMANA BERINTERAKSI DENGAN PERUSAHAAN-PERUSAHAAN LEASING (PERKREDITAN)

Oleh
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin

Pertanyaan
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Kita banyak membaca seputar adanya beberapa perusahaan leasing (perkreditan) melalui beberapa surat kabar dan kita juga mendengar hal itu melalui orang-orang (dari mulut ke mulu). Apakah boleh berinteraksi dengan perusahaan-perusahaan tersebut dan memanfaatkan jasa layanannya ?

Jawaban.
Kita harus mengetahui lebih dahulu apa yang dimaksud dengan perusahaan-perusahaan perkreditan ; apakah yang dimaksud adalah penjualan secara kredit atau apa? Jika yang dimaksud adalah penjualan dengan kredit, maka penjualan secara tangguh adalah dibolehkan berdasarkan makna zhahir Al-Qur’an dan dalil yang jelas dari As-Sunnah.

Mengenai hal itu, dalam Al-Qur’an Allah berfirman.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا تَدَايَنْتُمْ بِدَيْنٍ إِلَىٰ أَجَلٍ مُسَمًّى فَاكْتُبُوهُ

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermuamalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya…” hingga firmanNya : Baca pos ini lebih lanjut

Jakarta Timur kini dianggap bersinar dari kawasan lain di Jakarta.
Berbagai infrastruktur dan aksesibiltas di Jakarta Timur terus dibangun guna mengembangkan kawasannya. Tidak mengherankan jika kawasan sentra timur ini akan menggeliat, terlebih dengan adanya terminal modern terpadu Pulogebang sebagai sebagai terminal terbesar di Asia Tenggara yang dikonsepkan sebagai transit oriented development (TOD) akan menggairahkan pembangunan di kawasan.

Optimalisasi Terminal dan operasional bukaan tol Sentra Timur sempat terhambat akibat ijin dari Kementrian Perbuhubungan yang belum selesai, namun kini masyarakat sudah bisa menikmati fasilitas terminal dan pintu tol tersebut dengan penuh. Ini menambah kemudahan masyarakat sekitar akan akses transportasi yang terintegrasi di kawasan tersebut.

Pemerintah daerah DKI Jakarta telah menargetkan pada bulan ini terminal modern terpadu akan dibuka karena tinggal tersisa sedikit infrastuktur yang harus dibangun, tinggal akses masuk dari tol ke dalam terminal.

Dengan dibukanya Terminal Bus Terpadu Sentra Timur Pulogebang dan Pintu Toll Sentra Timur tentunya menjadi sebuah terobosan untuk mengurangi kemacetan di Ibu Kota Jakarta. Infrastruktur yang maksimal dan akses terintegrasi di kawasan Sentra Timur Superblock Jakarta Timur ini adalah sebuah alternatif terbaik untuk mengatasi dan mengatur kemacetan yang ada.

Pintu Tol Sentra Timur akan menghubungkan kawasan Sentra Timur Superblock dengan Tol Jakarta Lingkar Luar yang menuju ke arah Pondok Indah atau menuju ke arah Tanjung Priok. Buka-an Tol ini akan menambah nilai investasi di kawasan Sentra Timur dan sekitarnya serta dapat dipastikan akan juga mengurangi kemacetan di kota Jakarta.

“Dengan telah dibukanya akses pintu tol Sentra Timur, roda transportasi Jakarta diharapkan akan menjadi jauh lebih baik dan tentunya gain investasi di kawasan Sentra Timur ini akan ikut meningkat dan berlipat ganda,” ungkap Promotion & Business Development Manager Sentra Timur Residence, Hermon Simanjuntak.

Sementara itu Tommy Kurniawan, seorang warga yang tinggal di Apartemen Sentra Timur Residence mengatakan, “dibukanya terminal dan akses pintu tol nanti, akan lebih memudahkannya menjalankan aktivitasnya,” ujar pria yang kerap melakukan bisnis ke luar kota.

Dengan beroperasinya terminal ini tambahnya, akan memudahkannya menuju bandara karena bus Damri dari Bandara melewati Sentra Timur. Apalagi, didukung dengan pintul tol yang dekat terminal. “ini akan lebih efisien dan menghemat waktu,” kilahnya.

Failitas yang mumpuni dengan adanya akses tol langsung dan terminal Sentra Timur Pulogebang, membuat kawasan ini menjadi incaran para investor untuk mengembangkan

https://www.facebook.com/zaenal173/

Zaenal Arifin
+62 8159161125

View on Path

Ini Dia Cara Cerdas Beli Rumah Tanpa Riba

Kian hari harga rumah kian tinggi. Hampir pasti harga rumah dari waktu ke waktu akan selalu meningkat. Kalau sudah begini, makin sulit rasanya untuk memiliki rumah. Apalagi untuk pegawai yang peningkatan gajinya tidak setinggi peningkatan harga rumah.

Dengan begitu, Kredit Pemilikan Rumah (KPR) pun menjadi solusinya. Hanya dengan menyiapkan uang sekitar 10 – 20% dari harga rumah, sudah bisa memiliki rumah. Sisanya akan dibayarkan oleh pihak ketiga, dalam hal ini bank. Terlihat mudah. Dan rumahpun bisa langsung ditinggali.

Sayangnya…

Membeli rumah dengan menggunakan KPR bank sudah pasti membuat Anda akan terjerat riba. Iya, riba. Yang dosanya amat besar dan ancaman siksa dari Allah SWT pun sangat mengerikan.

Tapi tenang saja. Tidak bolehnya mengambil rumah dengan cara KPR melalui Bank bukan berarti  impian Anda memiliki rumah idaman harus dikubur dalam-dalam. Baca pos ini lebih lanjut

SAKINAH, SETETES KEBAHAGIAAN SYURGA YANG BISA KITA CICIPI DI DUNIA

LPenulis : Rachmawati

Naluri setiap manusia ingin mencari kebahagiaan dalam hidupnya. Bayi yang baru lahirpun sudah punya insting untuk mendapatkan kenyamanan yang dia butuhkan. Bahkan hampir sebagian besar hidup, kita habiskan untuk mencari kebahagiaan. Namun sesungguhnya kebahagiaan hidup yang hakiki, hannya bisa kita rasakan ketika pulang ke kampung asal, yaitu kampung akhirat di syurga nanti tempat bapak Adam dan Ibunda Hawa berasal.

“Tidaklah dunia ini dibandingkan dengan akhirat, melainkan seperti jari yang dicelupkan salah seorang di antara kalian ke dalam air laut lalu ditarik kembali. Lihatlah, seberapa banyak air yang melekat di jarinya itu.” (HR Muslim, At-Tirmizi, Ibn Majah dan Ahmad)

Setetes air di jari yang dicelupkan ke dalam air laut itulah kebahagiaan yang kita kejar di dunia. Dan masih harus dibagi dengan milyaran makhluk lainnya di dunia ini. Maka sesungguhnya kebahagiaan hidup di dunia itu sangat kecil, tidak ada artinya apa-apa dibandingkan dengan kebahagiaan akhirat. Baca pos ini lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: