Mereka mengatakan “Jangan Meributkan Masalah Sepele”

Sebagian orang berkata kepadamu :

“Masalah sepele saja diributkan”

Atau berkata :

“ Masih ada masalah yang lebih besar dari itu”

Dan lain sebagainya.

Cobalah kita renungkan perkataan Al Imam Barbahari dalam kitab beliau yang agung “ Syarhussunnah” :

“Waspadalah terhadap bid’ah-bid’ah yang kecil karena bid’ah yang keil itu akan tumbuh menjadi besar. Demikianlah setiap bid’ah yang diada adakan dalam umat ini tadinya kecil menyerupai kebenaran lalu terpedayalah orangyang masuk kedalamnya dan tidak dapat keluar darinya, kemudian bid’ah itu menjadi semakin besar sehingga dijadikan agama yang diyakini, maka iapun menyalahi jalan yang lurus dan keluar dari (rel) islam”

Perkataan beliau menunjukkan bahwa kita tidak boleh menyepelekan bid’ah sekeil apapun, karena asal muasal bid’ah tadinya kecil lalu menjadi besar karena dianggap sepele. Maka hendaklah bertakwa kepada Allah ta’ala setiap orang yang menganggap sepele bid’ah karena perbuatan tersebut sangat bertentangan dengan petunjuk salafussholeh.

Ibnu Umar mengingkari bid’ah
Abu dawud meriwayatkan dalam sunannya (no.357) dengan sanad hasan dari Mujahid ia berkata :

“ Aku pernah bersama Ibnu Umar, lau ada orang melakukan tatswib di sholat dzuhur atau ashar maka beliau berkata :

“Ayo keluar bersama kami karena sesungguhnya ini adalah bid’ah”

(dalam al hawadits wal bida’ disebutkan “makna tatswib” adalah orang-orang yang berdiri pintu masjid untuk menyeru sholat ! sholat! )

Coba engkau bandingkan dengan zaman sekarang, bila ada orang yang mengingkari orang yang m,enyanyikan sholawat dan dzikir di masjid dengan suara keras sebelum adzan di kumandangkan akan dikatakan kepadanya :

“ Masalah sepele ini tidak perlu dipermasalahkan”

Memang sangat jauh perbedaan antara orang yang berilmu dengan orang yang tidak berilmu !!

Abdullah Bin Mas’ud dan Dzikir berjamaa’ah
Demikian pula kisah Abdullah bin Mas’ud yang mengingkari sekelompok orang yang berzikir secara berjamaah , mereka berkata :
“Kami tidak menginginkan kecuali kebaikan”
Lalu beliau menimpali :
“Berapa orang yang menginginkan kebaikan ternyata ia yidak mendapatkannya”

Kemudian Amru bin Salamah perawi kisah tersebut berkata :
“Kami melihat kebanyakan orang yang ikut halaqoh itu menyerang kami bersama khawarij di perang nahrowan “

Subhanallah !! Sungguh benar yang dikatakan Al Barbahari, bid’ah yang dianggap sepele berubah menjadi besar !!

Umar bin Khoththob dan Pemuda Musbil
Al bukhori meriwayatkan dalam shohihnya (no. 3700) kisah Umar bin khothob radhiyallhu ‘anhu yang ditusuk oleh majusi Abu lu’lu’ah, ketika beliau tengah sekarat , dating seorang pemuda dan memberitakan kabar gembira padanya.

Lalu pemuda itu pergi, ternyata pakaiannya melabuh sampai ketanah, lalu umar minta pemuda iu dipanggil dan beliau berkata kepadanya :

“Angkatlah pakaianmu karena itu lebih bersih dan lebih bertakwa kepada Rabbmu !! ‘

Subhanallah !!

Ketika Umar radhyallahu ‘anhu dalam keadaan sangat kritis, beliau masih sempat menyempatkan diri untuk menegur pemuda yang melabuhkan pakaiannya samapi ketanah,

Lalu bagaimana jadinya dengan orang-orang zaman sekarang yang menyepelekan masalah isbal dan menganggapnya masalah furu’ atau cangkang yang tak perlu dipermasalahkan,

Apakah mereka lebih faqih dan berilmu daripada Umar bin Khothob radhyallahu ‘anhu ??! ataukah hawa nafsu dan kejahilan yang telah menguasai mereka ??!

Allahul musta’an

( disalin dari buku Meniti Jalan Kebenaran oleh Al Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc ,penerbit Pustaka AL BASHIRAH, cetakan Pertama , Desember 2008)

Perihal Abu Afifah
Zaenal Arifin sang Penuntut Ilmu

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: