Mengenal Sabilul Mujrimin

Mengenali Sabilul Mujrimin

Perkara agama adalah perkara yang sangat penting dan vital, jauh… lebih penting dibanding kan perkara/masalah dunia, oleh karenaya kita harus pelajari perkara agama ini dengan tekun, teliti dan hati-hati, sebab salah dalam menetapkan perkara agama ini maka kita akan celaka dan menyesal selama-lamanya.

Salah satu kaidah yang wajib kita ketahui agar kita tidak salah dalam menetapkan perkara agama ini adalah mengenal Sabilul Mujrimin,

Karena Mengenali Sabilul Mujrimin adalah kewajiban Syar’i.

Allah berfirman.
“Artinya : Dan demikianlah, kami jelaskan ayat-ayat, supaya jelas jalannya orang-orang yang suka berbuat dosa”. (Al-An’am : 55).

Nash Hadits.
“Artinya : Dari Hudzaifah Ibnul Yaman Radhiyallahu berkata : Manusia bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang kebaikan, sedangkan aku bertanya kepada beliau tentang keburukan karena khawatir jangan-jangan menimpaku. Maka aku bertanya ; Wahai Rasulullah, sebelumnya kita berada di zaman Jahiliyah dan keburukan, kemudian Allah mendatangkan kebaikan ini. Apakah setelah ini ada keburukan ? Beliau bersabda : ‘Ada’. Aku bertanya : Apakah setelah keburukan itu akan datang kebaikan ?. Beliau bersabda : Ya, akan tetapi didalamnya ada dakhonun. Aku bertanya : Apakah dakhonun itu ?. Beliau menjawab : Suatu kaum yang mensunnahkan selain sunnahku dan memberi petunjuk dengan selain petunjukku. Jika engkau menemui mereka maka ingkarilah. Aku bertanya : Apakah setelah kebaikan itu ada keburukan ?. Beliau bersabda : Ya, da’i – da’i yang mengajak ke pintu Jahannam. Barangsiapa yang mengijabahinya, maka akan dilemparkan ke dalamnya. Aku bertanya : Wahai Rasulullah, berikan ciriciri mereka kepadaku. Beliau bersabda : Mereka mempunyai kulit seperti kita dan berbahasa dengan bahasa kita. Aku bertanya : Apa yang engkau perintahkan kepadaku jika aku menemuinya ?. Beliau bersabda : Berpegang teguhlah pada Jama’ah Muslimin dan imamnya. Aku bertanya : Bagaimana jika tidak ada jama’ah maupun imamnya ? Beliau bersabda : Hindarilah semua firqah itu, walaupun dengan menggigit pokok pohon hingga maut menjemputmu sedangkan engkau dalam keadaan seperti itu”. (Riwayat Bukhari VI615-616, XIII/35. Muslim XII/135-238 Baghawi dalam Syarh Sunnah XV/14. Ibnu Majah no. 3979, 3981. Hakim IV/432. Abu Dawud no. 4244-4247.Baghawi XV/8-10. Ahmad V/386-387 dan hal. 403-404, 406 dan hal. 391-399).

Penjelasan Hadist:

Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilali menjelaskan tentang hadist tersebut bahwa Nabi shalallahu ‘alihi wassalam  tidak hanya mengajarkan kepada kita yang haq saja serta memerintahkan untuk mengikuti jejak/jalanya orang-orang beriman (sabilul Mu’minin).  Akan tetapi Beliau  shalallahu ‘alihi wassalam  juga membuka kedok kebathilan dan menyingkap kekejian (sabilulMujrimin) supaya jelas jalannya orang-orang yang suka berbuat dosa tersebut.

Hal ini karena kejelasan jalannya orang-orang yang suka berbuat dosa (sabilul Mujrimin) secara langsung berakibat pada jelasnya pula sabilul mu’minin.

Mereka itu lah sebagaimana disebutkan dalm hadis diatas. Yaitu da’i dai yang menyesatkan yang nengajak kepintu jahanam. Suatu kaum yang mensunnahkan selain sunnahnya Rasulullah shalallahu’alaihi wassalam dan memberi petunjuk dengan selain petunjuk Rasulullah shalallahu’alaihi wassalam , mereka mengajarkan amalan yang tidak pernah diajarkan oleh Rasulullah shalallahu’alaihi wassalam, tidak juga oleh para sahabat radhiallahu’anhum, tidak juga oleh para tabiin dan tabiut tabi’in, mereka berhujah dengan hadist-hadist yang tidak jelas, lemah/dhaif bahkan maudhu atau palsu.

Mereka cenderung mengikuti hawa nafusnya ketimbang Nash-nash Al qur’am dan hadist hadist yang shahih.   

Oleh: Zaenal Arifin

Perihal Abu Afifah
Zaenal Arifin sang Penuntut Ilmu

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: