Ah…. cuma begitu saja…. gak apa-apalah…. ?

Banyak orang begitu gampangnya menyepelekan suatu perkara yg jelas suatu perkara dosa, seperti berlaku kasar terhadap bawahan, orang miskin atau terhadap orang yg melakukan suatu kesalahan atau apaun dosa kecil lainya. Karena orang tersebut merasa bahwa tidak ada masalah sedikitpun atas perbuatan mereka. Mereka bilang ah cuma segitu …., gak apa apalah.
Mereka seperti melihat lalat yg hinggap dihidungnya yg begitu mudah dihalau. Padahal para sahabat dulu apabila melakukan suatu kesalahan sekecil apapun mereka merasa seperti akan ditimpa sebuah gunung.
Mereka para pelaku dosa ini seolah-olah seperti menantangnya, mereka terus menerus mengerjakan perbuatan maksiat tersebut tanpa sedikitpun ada perasaan takut atas akibat hal tersebut.

Wahai saudara yg aku cintai,..
Sebenarnya Allah tidak pernah sedikitpun lalai atas setiap perbuatan dosa hamba-hambaNya walau sebiji zarahpun.
Bila ada pelaku kejahatan yang seolah tidak mendapatkan dampak perbuatan mereka, sebenarnya Allah tengah mempersiapkan balasan atasnya.
Firman Allah:

لَا تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ يَفْرَحُونَ بِمَا أَتَوْا وَيُحِبُّونَ أَنْ يُحْمَدُوا بِمَا لَمْ يَفْعَلُوا فَلَا تَحْسَبَنَّهُمْ بِمَفَازَةٍ مِنَ الْعَذَابِ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

“Janganlah sekali-kali kamu menyangka bahwa orang-orang yang gembira dengan apa yang telah mereka kerjakan dan mereka suka supaya dipuji terhadap perbuatan yang belum mereka kerjakan janganlah kamu menyangka bahwa mereka terlepas dari siksa, dan bagi mereka siksa yang pedih.”(QS. ali Imran: 188).

Jadi, janganlah merasa tenang dan tonggi hati apabila ada seseorang mengingatkan kita ketika kita berbuatan dosa. Allah tidak akan pernah lupa atas setiap pelanggaran aturanNya. Sebagaimana juga Allah tidak melupakan amal soleh yang dikerjakan oleh hamba-hambaNya, meski itu sekecil
biji dzarrah.

Dihari lebaran ini, hari yg berbahagia ini marilah kita saling momohon maaf ats segala dosa kita kepada saudara2 kita sekecil apapun dosa yg kita lakukan.
Semoga Allah menerima segala amal ibadah kita.
Taqoballuhi mina wa minkum.
Taqobal yaa karim.

Wallahualam.
Bekasi 1 Syawal 1435.

Perihal Abu Afifah
Zaenal Arifin sang Penuntut Ilmu

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: