Celaka Gara-Gara Ucapan

Manusian sebagai mahluk yang bersosialisasi, maka dalam kehidupan sehari-hari manusia tidak akan lepas dengan apa yang namanya lisan atau ucapan.

Tapi perlu diketahui bahwa dari lisan atau ucapan manusia inilah suatu tatanan masyarakat menjadi kehidupan yg damai, nyaman dan harmonis dan bisa juga menjadi chaos tidak nyaman dan meresahkan, bahkan dengan lisan atau ucapan seorang teman bisa menjadi musuh yang saling membunuh.

Sebagai mana kejadian yang baru2 ini terjadi seorang bocah gara gara saling ledek dibunuh oleh temannya sendiri.

Dan masih banyak lagi kejadian yang besar seperti permusuhan antar kampung, suku atau antar negara karena lisan.

Oleh karenanya Allah subhana wata’ala melalui lisan nabinya memerintahkan untuk menjaga lisan kita, untuk berbicara hanya yang baik atau diam. Sebagaimana dalam sabdanya:

"Man kaana yu’minu billahi wal yawmil aakhiri fal yaqul khairan aw liyasmut.
Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka berkatalah yang baik atau diamlah." (HR Al-Bukhari dan Muslim)

Dalam hadits lain dikatakan
Dari Abu Abdur Rahman yaitu Bilal bin al-Harits al-Muzani ra. bahwasannya Rosululloh Muhammad saw bersabda:
"…….. Dan sesungguhnya seseorang itu niscayalah berkata dengan suatu perkataan dari apa-apa yang menjadikan kemurkaan Allah, ia tidak mengira bahwa perkataan itu akan mencapai suatu tingkat yang dapat dicapainya, lalu Allah mencatatkan untuknya bahwa ia akan memperoleh kemurkaan-Nya sampai pada hari ia menemui-Nya."
(Diriwayatkan oleh Malik dalam kitab Al-Muwaththa’ dan juga oleh Imam Tirmidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah Hadits hasan shohih)

Dari Abu Hurairah ra. bahwasanya ia mendengar Rosululloh Muhammad saw bersabda:
"Sesungguhnya seseorang hamba itu niscayalah berbicara dengan suatu perkataan yang tidak ia fikirkan – baik atau buruknya -, maka dengan sebab perkataannya itu ia dapat tergelincir ke neraka yang jaraknya lebih jauh daripada jarak antara sudut timur dan sudut barat." (Muttafaq ‘alaih).

Masih banyak hadits hadits lain tentang bahaya lisan yg apabila tidak digunakan dengan benar, akan membawa kita ke kenistaan.
Kehinaan serta musibah baik di dunia maupun akherat.

Oleh karenanya akan masihkah kita mengumbar lisan kita dengan perkataan yg tak bermanfaat, ngobrol dan bercanda berlarut larut yang tak berguna, yang pada akhirnya akan menjurus pada gibah dan fitnah.

Tidakkah kita tahu bahwa "tidaklah satu kata yg kita ucapkan kecuali dicatat oleh malaikat" yg akan dipertanggung-jawabkan di akherat nanti.

Semoga bermanfaat.
Bekasi. 19 Nov 2015.
Abu Afifah

Perihal Abu Afifah
Zaenal Arifin sang Penuntut Ilmu

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: