BILA TERTIMPA MUSIBAH

Setiap hamba akan mengalami dan mendapatkan musibah, cobaan, dan ujian. Bagi mereka yang ridha atas ujian tersebut, maka bagi mereka ridha Allah. Dan barangsiapa yang murka atas musibah dan ujian tersebut, bagi mereka murka pula

Hal yang paling utama yang mampu mengobati rasa luka dan duka seseorang saat ditimpa musibah adalah mengucapkan dan merenungi makna kalimat istirja’ ‘innaa lillaahi wa inaa ilaihi raaji’uun’. Allah Ta’ala berfirman: “Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji´uun”.” (QS. Al-Baqrah: 155-156)

Ini adalah obat yang paling utama yang hendaknya diucapkan seorang hamba tatkala mendapatkan suatu musibah. Kalimat ini membuatnya kembali tersadar bahwa dia adalah seorang hamba milik Allah, dan akan kembali kepada-Nya pula. Kesadaran yang mendalam akan kalimat ini, akan membuat musibah terasa ringan, betapa pun besar musibah tersebut.

Barangsiapa yang ditimpa musibah, dia bersabar, mengucapkan istirja’ “innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”, merasa takut kepada Allah, maka Allah Jalla wa ‘Ala akan gantikan yang lebih baik untuknya. Dalam Shahih Muslim, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa saja dari hamba yang tertimpa suatu musibah lalu ia mengucapkan: “Inna lillahi wa inna ilaihi rooji’un. Allahumma’jurnii fii mushibatii wa akhlif lii khoiron minhaa [Segala sesuatu adalah milik Allah dan akan kembali pada-Nya. Ya Allah, berilah ganjaran terhadap musibah yang menimpaku dan berilah ganti dengan yang lebih baik]” (HR. Muslim)

Maka Allah akan memberinya ganjaran dalam musibahnya dan menggantinya dengan yang lebih baik.” Kemudian, yakinlah bahwa musibah yang menimpa sudah menjadi bagian dari takdir Allah yang tak mungkin meleset. Allah Ta’ala berfirman: “Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.” (QS. Al-Hadid: 22)

Mudah-mudahan renungan ini bisa mengingatkan kita semua.

View on Path

Perihal Abu Afifah
Zaenal Arifin sang Penuntut Ilmu

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: