MARĀTIB (TINGKATAN-TINGKATAN) DI DALAM ISLAM

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول لله و على آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-5 dari Silsilah Mengenal Agama Islam adalah tentang “Marātib (Tingkatan-tingkatan) Di Dalam Islam”.

Di dalam hadits ‘Umar bin Khaththāb radhiyallāhu ‘anhu yang diriwayatkan Imām Muslim;

Datang Malaikat Jibrīl yang menjelma menjadi seorang laki-laki dengan ijin Allāh, bertanya kepada Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam tentang beberapa pertanyaan, diantaranya tentang “Apa itu Islam, Iman dan juga Ihsan?”.

Maka Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam menjawab satu persatu dari pertanyaan tersebut.

Kemudian di akhir hadits Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam berkata:

فَإِنَّهُ جِبْرِيْلُ أَتَاكُمْ يُعَلِّمُكُمْ دِيْنَكُمْ

“Sesungguhnya dia adalah Jibrīl yang datang kepada kalian, mengajarkan kepada kalian, agama kalian.”

Di dalam hadits ini disebutkan 3 tingkatan dalam agama yaitu:

• ⑴ Islam
• ⑵ Iman
• ⑶ Ihsan

Iman lebih tinggi daripada Islam & Ihsan lebih tinggi daripada Iman.

⇒Islam berkaitan dengan amalan zhahir.

⇒Iman berkaitan dengan amalan bathin.

⇒Ihsan adalah puncak dari amalan zhahir & bathin.

✓Orang yang sampai derajat Ihsan berarti dia telah mencapai derajat yang paling tinggi dalam Islam dan juga Iman.

Setiap orang yang beriman dia adalah orang yang Islam, tetapi tidak semua orang yang Islam, dia beriman.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman :

قَالَتِ الْأَعْرَابُ آمَنَّا ۖ قُلْ لَمْ تُؤْمِنُوا وَلَٰكِنْ قُولُوا أَسْلَمْنَا وَلَمَّا يَدْخُلِ الْإِيمَانُ فِي قُلُوبِكُمْ ۖ

“Berkata orang-orang Arab Badui: ‘Kami telah beriman.’ Katakanlah: ‘Kalian belum beriman.’ Dan katakanlah oleh kalian: ‘Kami telah Islam.’ Dan belum masuk Iman di dalam hati-hati kalian.”

(QS Al Hujurāt: 14)

Mereka berkata di awal mereka masuk Islam bahwa mereka sudah sampai derajat keimanan.

Maka merekapun diperintahkan untuk mengatakan “Kami telah Islam”, karena hakikat keimanan belum masuk di dalam hati-hati mereka.

Dan masing-masing dari 3 tingkatan tersebut memiliki rukun.

⇒ Yang dimaksud dengan rukun adalah yang terpenting atau terkuat dari sesuatu.

Itulah yang bisa saya sampaikan pada kesempatan kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

‘Abdullāh Roy
Di Kota Pandeglang

View on Path

Perihal Abu Afifah
Zaenal Arifin sang Penuntut Ilmu

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: