BEKAL PERJALANAN MENUJU AKHIRAT
Oleh Ustadz ‘Abdullāh Roy, MA

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة و السلام على رسول الله و على آله و صحبه أجمعين

Perjalanan menuju negeri akhirat adalah perjalanan yang sangat panjang.

Seorang hamba membutuhkan bekal yang cukup agar sampai ke dalam surga Allāh Subhānahu wa Ta’āla dengan selamat.

Bekal tersebut adalah taqwa kepada Allāh.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى

“Dan hendaklah kalian berbekal maka sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah ketakwaan.”

(QD Al Baqarah 197)

◆ Bertaqwa kepada Allāh adalah:

✓Melaksanakan perintah Allāh berdasarkan dalil yang shahih dengan niat mengharap pahala dari Allāh Subhānahu wa Ta’āla.

✓Menjauhi kemaksiatan kepada Allāh berdasarkan dalil yang shahih karena takut dengan adzab Allāh Subhānahu wa Ta’āla.

◆ Orang yang berbahagia kelak adalah:

✓Orang yang bersabar di dunia ini.
✓Istiqamah untuk mengumpulkan bekal yang cukup bagi perjalanan yang sangat panjang tersebut.

⇒ Merekalah orang-orang yang tidak akan takut dengan apa yang akan mereka hadapi.

⇒ Mereka tidak akan bersedih dengan apa yang sudah mereka tinggalkan.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا الله ثُمَّ اسْتَقَامُوا فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: ‘Rabb kami adalah Allāh’, kemudian mereka beristiqamah maka tidak ada ketakutan atas mereka dan mereka tidak akan bersedih.”

(QS Al Ahqāf 13)

◆ Dan orang yang celaka di akhirat adalah:

✓Orang yang mengikuti hawa nafsunya selama di dunia.
✓Dia lalai dengan hari pembalasan.

Allāh berfirman:

إِنَّ هَؤُلَاءِ يُحِبُّونَ الْعَاجِلَةَ وَيَذَرُونَ وَرَاءَهُمْ يَوْمًا ثَقِيلًا

“Sesungguhnya mereka mencintai kehidupan dunia dan meninggalkan hari yang berat yang ada di belakang mereka.”

(QS Al Insān 27)

Semoga Allāh Subhānahu wa Ta’āla memasukkan kita ke dalam golongan orang-orang yang bertaqwa.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah yang ke-2 ini, dan sampai bertemu kembali pada halaqah-halaqah selanjutnya.

و السلام عليكم ورحمة الله وبركاته  

Saudaramu, ‘Abdullāh Roy

Ditranskrip oleh Tim Transkrip BiAS
______________________________

View on Path

Perihal Abu Afifah
Zaenal Arifin sang Penuntut Ilmu

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: