HIDUP SUKSES DENGAN BERPRASANGKA BAIK KEPADA ALLAH (BAGIAN 3 DARI 3)

Ustadz Firanda Andirja, MA

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

الحمد لله على إحسانه والشكر له على توفيقه وامتنانه، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له تعظيمًا لشانه، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله الداعي إلى رضوانه اللهم صلى عليه وعلى آله وأصحابه وإخوانه

Diantara kondisi yang perlu juga agar kita berhusnuzhan kepada Allāh Subhānahu wa Ta’ālā, yaitu:

√ KONDISI KELIMA: Tatkala kita terkena musibah.

Seorang mukmin yang bertakwa kepada Allāh Subhānahu wa Ta’ālā adalah yang berusaha menjauhi kemaksiatan, berusaha menjauhi larangan-larangan Allāh Subhānahu wa Ta’ālā.

Meskipun terkadang terjerumus dalam kemaksiatan, meskipun terkadang melanggar perintah Allāh, tetapi dia senantiasa berusaha untuk bertakwa kepada Allāh.

Jika dia telah berusaha kemudian musibah menimpanya maka yakinlah bahwasanya apa yang dipilih Allāh kepadanya, yang ditetapkan Allāh baginya adalah yang terbaik.

Allāh Subhānahu wa Ta’ālā berfirman:

وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

“Bisa jadi kalian membenci sesuatu dan itu yang terbaik bagi kalian. Dan bisa jadi kalian menyukai sesuatu, padahal itu buruk bagi kalian. Allāh yang mengetahui dan kalian tidak mengetahui.”

(QS Al Baqarah: 216)

Allāh yang menciptakan kita lebih mengetahui apa yang terbaik bagi kita, yang lebih mashlahat bagi kita.

Seorang hamba boleh berangan-angan, seorang hamba boleh bercita-cita, punya harapan-harapan, akan tetapi terkadang keputusan Allāh bertentangan dengan cita-citanya, bertentangan dengan harapannya.

Yakinlah, bahwasanya apa yang diputuskan Allāh itu yang terbaik bagi dia di masa depan dia.

Karena Allāh lebih mengetahui tentang masa depannya dan Allāh lebih mengetahui tentang kemaslahatannya.

Bahkan terkadang -kata Al Imam Ibnul Qayyim rahimahullāh- anugrah Allāh turunkan bagi seorang hamba dalam bentuk musibah dan Allāh telah memberikan contoh dalam Al Quran.

Contoh yang pertama adalah kisah Nabi Yusuf ‘alaihissalam.

Nabi Yusuf ‘alaihissalam, bagaimana dia bisa menjadi seorang Al Aziz, seorang menteri yang mulia di negeri Mesir.

Setelah melalui berbagai macam musibah, ternyata musibah-musibah yang datang beruntun tersebut merupakan anugrah dari Allāh Subhānahu wa Ta’ālā, sehingga dia bisa menjadi seorang menteri.

🔗 Musibah pertama, dipisahkan dari orangtuanya dimasukkan dalam sumur.

Kemudian setelah itu ada orang menemukan Nabi Yusuf dalam sumur dan dikeluarkan.

🔗 Bukannya di selamatkan disuruh pulang ke rumah orang tuanya, ternyata dijadikan budak untuk dijual, musibah berikutnya.

🔗 Kemudian, setelah dia tinggal di Mesir, dirayu oleh permaisuri, akhirnya dituduh dan diapun di penjara, ini musibah berikutnya.

🔗 Kemudian, tatkala dia di penjara datang dua orang minta untuk ditafsirkan mimpinya. Salah satunya ditafsirkan akan dibunuh salah satunya ditafsirkan oleh Nabi Yusuf akan selamat.

Allāh Subhānahu wa Ta’ālā berfirman:

وَقَالَ لِلَّذِي ظَنَّ أَنَّهُ نَاجٍ مِنْهُمَا اذْكُرْنِي عِنْدَ رَبِّكَ فَأَنْسَاهُ الشَّيْطَانُ ذِكْرَ رَبِّهِ فَلَبِثَ فِي السِّجْنِ بِضْعَ سِنِينَ

Dan Yusuf berkata kepada orang yang diketahuinya akan selamat di antara mereka berdua, “Terangkanlah keadaanku kepada tuanmu.” Maka setan menjadikan dia lupa menerangkan (keadaan Yusuf) kepada tuannya. Karena itu, tetaplah dia (Yusuf) dalam penjara beberapa tahun lamanya.”

(QS Yusuf 42)

Ini musibah berikutnya.

==> Maksud nabi Yusuf apa?

Yaitu, semoga tatkala orang ini menyebutkan kebaikan-kebaikan Nabi Yusuf maka sang raja akan membebaskan Nabi Yusuf dan dikembalikan kerumah orang tuanya.

Ternyata Allāh Subhānahu wa Ta’ālā menghendaki yang lain, Allāh menghendaki agar Nabi Yusuf menafsirkan mimpi sang raja ketika ditambah penjaranya bertahun-tahun tersebut.

Sang raja bermimpi:

إِنِّي أَرَى سَبْعَ بَقَرَاتٍ سِمَانٍ يَأْكُلُهُنَّ سَبْعٌ عِجَافٌ وَسَبْعَ سُنْبُلاتٍ خُضْرٍ وَأُخَرَ يَابِسَاتٍ

“Saya telah melihat ada tujuh ekor sapi yang gemuk dimakan tujuh ekor sapi yang kurus kurus-kurus dan tujuh bulir (gandum) yang hijau dan tujuh lainnya yang kering.”

(QS Yusuf: 43)

Orang yang pernah ditafsirkan mimpinya oleh Nabi Yusuf baru ingat tentang Nabi Yusuf adalah seorang penafsir mimpi.

Kemudian dihadirkan Nabi Yusuf untuk menafsirkan mimpi sang raja.

Tatkala itu nampaklah kemuliaan Nabi Yusuf ‘alaihissalam, akhirnya Nabi Yusuf diangkat menjadi seorang menteri.

Lihatlah, bagaimana kemuliaan anugrah yang Allāh berikan kepada Nabi Yusuf, ternyata datang melalui berbagai macam musibah yang datang beruntun.

Di balik musibah bertahun-tahun tersebut ada karunia dan anugrah yang luar biasa yaitu beliau diangkat menjadi seorang menteri.

Oleh karenanya, para hadirin yang di rahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta’ālā.

Jika kita diberi musibah oleh Allāh Subhānahu wa Ta’ālā, maka bersabarlah dan berhusnuzhan bahwasanya:

“Dibalik segala musibah tersebut pasti ada kebaikan, ada hikmah yang terkadang kita ketahui dan terkadang tidak kita ketahui.”
______________________________

View on Path

Perihal Abu Afifah
Zaenal Arifin sang Penuntut Ilmu

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: