BICARA TENTANG DUNIA

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على من لا نبي بعده، اشهد ان لا اله الا الله وحده لا شرك له و اشهد ان محمد عبده و رسوله لا نبي بعده صلى الله عليه و على آله وصحبه ومن اقتساء اثره إلى يوم القياه، أما بعده

Kaum muslim dan muslimat yang di rahmati Allāh Subhānahu wa Ta’āla,

Berbicara tentang dunia tidak pernah ada selesainya dan tidak pernah ada ujungnya.

Berkreasi di dunia ini pun demikian. Semakin akhir dunia, semakin ujung dunia ini, manusia pun semakin rakus akan dunia tersebut.

Memang Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam telah mengibaratkan tentang dunia ini dikatakan:

إنّ الدنياحُلْوَةٌ خَضِرَةٌ

“Sesungguhnya dunia manis dan hijau.”

(HR Muslim)

Kenapa ?

Penuh dengan berbagai macam nikmat yang disiapkan oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla.

Tetapi kenikmatan dunia ini kalau dibandingkan dengan kenikmatan akhirat tidak ada apa-apanya.

Sebab apa ?

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam sebutkan:

لَوْ كَانَتْ الدُّنْيَا تَعْدِلُ عِنْدَ اللَّهِ جَنَاحَ بَعُوضَةٍ مَا سَقَى كَافِرًا مِنْهَا شَرْبَةَ مَاءٍ

“Seandainya dunia ini disisi Allāh setara dengan sayap nyamuk, niscaya Allāh Subhānahu wa Ta’āla tidak akan memberikan orang-orang kāfir seteguk air pun.”

(HR Tirmidzi 2320, Ibnu Majah 4100; Syaikh Al Albani menyatakan shahīh lighairihi. Lihat Shahīh At Targhib wat Targhib 3240)

Ini isyarat kepada apa?

Isyarat bahwasanya dunia ini tidak ada apa-apanya.

Maka Allāh Aza wa Jalla sebutkan dalam Al Qurān :

.. وَإِنَّ الدَّارَ الْآَخِرَةَ لَهِيَ الْحَيَوَانُ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ

“Sesungguhnya negeri akhirat itu, itulah kehidupan yang hakiki jikalau mereka mengetahui.”

(QS Al Ankabūt : 64)

Maka telah diriwayatkan, dikatakan oleh ‘Īsā ‘alayhi shalatu wassalām:

الدنيا قنطرة فاعبروها ولا تعمُروها

“Dunia ini ibarat jembatan, jembatan tersebut di lewati, jangan membangun istana di atasnya.”

Oleh karena itu, Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam dalam kafaratul majelis beliau:

اللهم لا تجعل الدنيا أكبر همنا ولا مبلغ علمنا ولا إلى النار مصيرنا.

“Yā Allāh , janganlah Engkau jadikan dunia ini angan-angan kami yang terbesar, dan jangan pula Engkau jadikan dunia puncak dari ilmu kami, (puncak dari pegetahuan kami), dan jangan pula jadikan neraka itu tempat kami kembali.”

Maka Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam mengibaratkan tentang dunia ini dan harta.

Dalam hadīts yang lain Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam sebutkan:

لَا يَزَالُ قَلْبُ الْكَبِيرِ شَابًّا فِي اثْنَتَيْنِ : فِي حُبِّ الدُّنْيَا ، وَطُولِ الْأَمَلِ

“Senantiasa hati nya orang-orang tua itu muda dalam dua perkara:

√ pertama panjangnya angan-angan (keinginan untuk hidup yang terus-menerus),
√ kedua cinta kepada harta dunia ini.”

(HR Bukhari)

Oleh karena itu, Islam tidak mencela yang namanya harta, tidak mencela pula yang namanya urusan dunia, kecuali apabila dunia tersebut dan harta tersebut melalaikan kita dari keta’atan kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla.

Maka wajib bagi setiap muslim yang ingin menasehati dirinya, kemudian mengingatkan keluarganya untuk bertakwa kepada Allāh Aza wa Jalla kepada kehidupan dunia yang sesaat ini.

Nabi Shallallāhu ‘alayhi wa sallam sebutkan:

أَعْمَارُ أُمَّتِـي مَا بَيْنَ السِّتِّيْنَ إِلَى السَّبْعِيْنَ وَأَقَلُّهُمْ مَنْ يَجُوزُ ذَلِكَ

“Umur umatku ini antara 60 sampai 70 tahun. Dan sedikit sekali yang melampaui 70 tersebut.”

(Dihasankan sanadnya oleh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari, 11/240)

↝Manfa’atkan waktu kita.
↝Manfa’atkan umur kita di dunia ini.
↝Jangan sampai kita tertipu dengan dunia.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla sebutkan:

وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

“Kehidupan dunia itu adalah kesenangan yang menipu.”

(QS Ali ‘Imran: 185)

Semoga Allāh Subhānahu wa Ta’āla menjadikan kita orang-orang yang mampu mengatur sisa umur kita, sisa waktu kita untuk mempersiapkan perbekalan kita kelak menuju negeri akhirat dalam kesempatan yang sedikit dan singkat ini.

_____________________________

View on Path

Perihal Abu Afifah
Zaenal Arifin sang Penuntut Ilmu

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: