MENINGGALKAN KEMAKSIATAN MERUPAKAN BEKAL MENUJU AKHIRAT
Ustadz ‘Abdullāh Roy, MA

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة و السلام على رسول الله و على آله و صحبه أجمعين

Halaqah yang ke-4 dari Silsilah Beriman Kepada Hari Akhir, adalah “Meninggalkan Kemaksiatan Merupakan Bekal Menuju Akhirat”

Meninggalkan kemaksiatan apabila dilakukan karena takut kepada Allāh berdasarkan dalil yang shahīh maka ini akan menjadi pahala bagi seorang hamba.

Sebaliknya, kemaksiatan apabila dilakukan seorang hamba maka itu akan menjadi sayyi’ah (dosa) yang membahayakan keselamatan dia di akhirat kelak.

◆ Dosa itu bertingkat-tingkat, dan dosa yang paling berbahaya adalah dosa yang mengekalkan pelakunya di dalam neraka, apabila dia mati dan tidak bertaubat dari dosa tersebut.

· DOSA PERTAMA | Kufur besar/kekāfiran

Yaitu menentang apa yang dibawa oleh seorang utusan Allāh Subhānahu wa Ta’āla seperti:

⑴ Menentang tauhid
⑵ Mendustakan kenabian seorang Rasūlullāh
⑶ Mengingkari syari’at yang Beliau bawa padahal dia mengetahui bahwasanya itu adalah syari’atNya
⑷ Mengejek dan mengolok-olok Allāh, RasulNya dan juga ayat-ayatNya
⑸ Dan lain-lain

Allāh berfirman :

ﻭَﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻛَﻔَﺮُﻭﺍ ﻭَﻛَﺬَّﺑُﻮﺍ ﺑِﺂﻳَﺎﺗِﻨَﺎ ﺃُﻭﻟَٰﺌِﻚَ ﺃَﺻْﺤَﺎﺏُ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ ۖ ﻫُﻢْ ﻓِﻴﻬَﺎ ﺧَﺎﻟِﺪُﻭﻥَ

“Dan orang-orang yang kufur dan mendustakan ayat-ayat Kami, merekalah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya”.

(Qs. Al Baqarah : 39)

· DOSA KEDUA | Syirik besar

Syirik ini lebih khusus dari kekufuran

→ Setiap syirik adalah kekufuran
→ TIDAK setiap kekufuran adalah syirik

Allāh berfirman :

ﺇِﻧَّﻪُ ﻣَﻦْ ﻳُﺸْﺮِﻙْ ﺑِﺎﻟﻠَّﻪِ ﻓَﻘَﺪْ ﺣَﺮَّﻡَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔَ ﻭَﻣَﺄْﻭَﺍﻩُ ﺍﻟﻨَّﺎﺭُ ۖ ﻭَﻣَﺎ ﻟِﻠﻈَّﺎﻟِﻤِﻴﻦَ ﻣِﻦْ ﺃَﻧْﺼَﺎﺭ

“Sesungguhnya barangsiapa yang menyekutukan Allāh Subhānahu wa Ta’āla, maka sungguh Allāh Subhānahu wa Ta’āla akan mengharamkan atasnya surga dan tempat kembalinya adalah neraka dan tidak ada penolong bagi orang-orang yang berbuat zhalim.”

(Qs. Al-Māidah : 72)

· DOSA KETIGA | Nifaq besar

Yaitu menyembunyikan kekufuran di dalam hati dan menampakkan keimanan dengan lisan dan perbuatan.

Orang Munāfiq termasuk orang kāfir, bahkan lebih besar dosanya dari pada orang kāfir yang menampakkan kekāfirannya dan di akhirat adzab mereka lebih dahsyat.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman :

ﺇِﻥَّ ﺍﻟْﻤُﻨَﺎﻓِﻘِﻴﻦَ ﻓِﻲ ﺍﻟﺪَّﺭْﻙِ ﺍﻟْﺄَﺳْﻔَﻞِ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ ﻭَﻟَﻦْ ﺗَﺠِﺪَ ﻟَﻬُﻢْ ﻧَﺼِﻴﺮًﺍ

“Sesungguhnya orang-orang Munāfiq berada di lapisan paling bawah dari neraka dan engkau tidak akan mendapatkan penolong bagi mereka.”

(Qs. An-Nisā’ : 145)

Alhamdulillāh, yang telah memberikan kita petunjuk kepada Islam.

Kalau bukan karena Allāh Subhānahu wa Ta’āla niscaya kita tidak mendapatkan petunjuk.

Semoga Allāh Subhānahu wa Ta’āla memberikan kita ketetapan hati di atas agama Islam ini sampai kita bertemu denganNya.

Itulah yang bisa kita sampaikan.

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

‘Abdullāh Roy
Di kota Al-Madīnah
_________________

View on Path

Perihal Abu Afifah
Zaenal Arifin sang Penuntut Ilmu

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: