KEUTAMAAN BULAN RAJAB
Ustadz Badrusalam, Lc

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، نبينا محمد وعلى آله و اصحابه ومن وله أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وحده لا شريك له وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُ
قال الله تعالى في كتابه الكريم {{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ, أما بعد}}

أيها الإخوة أعاذني الله وإياكم

Kita berada di bulan Rajab. Rajab merupakan bulan yang harām karena Allāh Subhānahu wa Ta’āla menciptakan satu tahun itu 12 bulan dan diantara 12 bulan itu ada 4 bulan harām.

Allāh berfirman:

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ

“Sesungguhnya jumlah bulan di dalam setahun itu 12 (dua belas) bulan, di dalam kitab Allāh diantaranya 4 (empat) bulan harām. Iitulah agama Allāh yang lurus, jangan kalian berbuat zhalim dibulan-bulan harām tersebut.”

(QS At Taubah: 36)

Allāh menyebutkan bahwa jumlah bulan 12 (dua belas) dan diantaranya 4 (empat) adalah bulan yang harām.

Apa 4 (empat) bulan itu?

Yaitu:
⑴ Dzul Qa’dah
⑵ Dzul Hijjah
⑶ Muharram
⑷ Rajab.

Kenapa disebut bulan harām?

Dan apa keistimewaan bulan harām yang termasuk kepadanya yaitu bulan Rajab ?

Ketahuilah ya akhi,

Bahwa disebut dengan bulan harām, karena bulan itu adalah bulan yang suci.

Dan adalah dahulu orang-orang Arab yang mensucikan bulan tersebut, terlebih kaum Mudhar yang sangat menghormati bulan Rajab, karena menurut mereka bulan Rajab itu bulan yang sangat mulia sekali, sehingga disebut dengan Rajab Mudhar.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla di dalam ayat ini mengatakan, ( فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ) janganlah kalian menzhalimi diri kalian pada bulan-bulan tersebut.

Padahal berbuat zhalim di selain bulan tersebut itu diharamkan akan tetapi Allāh mengkhususkan larangan berbuat zhalim di bulan tersebut.

Itu menunjukan bahwa perbuatan zhalim di bulan-bulan haram itu dilipat gandakan dosanya oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla.

Oleh karena itulah, disebut dengan bulan haram karena bulan yang (sangat) diharamkan padanya berbuat zhalim.

Dan pada waktu itu, dulu di masa Jahiliyyah, orang-orang Jahiliyyah sangat menghormati bulan-bulan harām itu.

Orang-orang Jahiliyyah pada bulan harām:

√ Tidak melakukan peperangan.
√ Tidak membunuh.

Walaupun mereka Jahiliyyah tapi masih ada sisa-sisa ajaran agama Ibrāhim.

Maka, pada bulan-bulan harām itu kita berusaha untuk menghormatinya, dengan cara menjauhi keharaman-keharaman di bulan tersebut.

Karena bulan itu merupakan bulan yang suci, bulan yang hendaknya kita jauhi berbagai macam maksiat.

Dan di bulan tersebut kemaksiatan, kezhaliman dilipat gandakan dosanya di sisi Allāh Subhānahu wa Ta’āla.

Termasuk di dalamnya bulan Rajab, berarti dibulan Rajab perbuatan-perbuatan dosa dilipat gandakan oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla.

Maka kita berkewajiban untuk menghormati bulan-bulan harām ini, diantaranya adalah bulan Rajab ini.

(Ada yang mengatakan tentang) keutamaan-keutamaan bulan Rajab, diantaranya disebutkan:

⑴ Rajab adalah Syahrullāh (bulan Allāh).
⑵ Sya’ban adalah Syahriy (bulanku).
⑶ Ramadhan adalah Syahru’ummati (bulan umatku).

🔴Ketahuilah, para ulama mengatakan, bahwa hadīts (di atas) adalah hadīts palsu, dusta terhadap Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam.

Al Hāfizh Ibnu Hajar di dalam kitab beliau “تبيين العجب بما ورد في فضل رجب” (“Tabyiinul ‘Ajabi fīmā Warada fī Fadhli Rajab”).

Menjelaskan bahwa semua hadīts-hadits yang menyebutkan tentang keutamaan bulan Rajab itu tidak lepas dari:

⑴ Hadīts palsu.
⑵ Hadits lemah.

Tidak ada satupun yang shahīh, kecuali penyebutan bahwa bulan Rajab adalah bulan yang diharamkan oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla.

Jadi semua hadīts-hadits yang menyebutkan tentang bulan Rajab adalah semuanya hadīts yg lemah, kecuali bahwasanya bulan Rajab itulah bulan yang diharamkan oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla.

Maka dari itu,

√ Tidak ada amalan khusus dibulan Rajab.
√ Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam tidak pernah mengkhususkan umrah dibulan Rajab.
√ Tidak ada amalan tersendiri dibulan Rajab.

Akan tetapi bulan Rajab sama dengan bulan-bulan haram yang lainnya.

Amalan shalih dibulan-bulan itu di lipat gandakan, amalan keburukan pun di bulan-bulan tersebut dilipatgandakan oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla.

Maka kewajiban kita kaum mukminin untuk menghormati bulan Rajab, sebagaimana menghormati bulan-bulan harām yang lainnya.

Mudah-mudahan kita termasuk orang-orang yang senantiasa menjaga kesucian bulan Rajab dan bulan-bulan harām yang lainnya.

Ini saja.

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ، وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ
والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

______________________________

View on Path

Perihal Abu Afifah
Zaenal Arifin sang Penuntut Ilmu

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: