9 Ciri Lelaki Saleh untuk Wanita Salehah
apakah wanita salehah selalu mendapat lelaki saleh? Meski tidak secara signifikan selalu dibuktikan kebenarannya, namun sudah menjadi ‘jalurnya’ jika orang yang saleh dan salehah pastinya mencari jodoh yang setara dengan tingkat salehnya. Jika tidak, mungkin memang pada akhirnya akan membimbing pasangannya agar menjadi saleh atau salehah. Adapun ciri lelaki saleh adalah sebagai berikut:
1. Kuat amalan agamanya dan bagus akhlaknya
Lelaki ini selalu menjaga salat fardu dengan baik, berjamaah, dan bisa menjadi imam yang baik di rumah dan lingkungannya. Pengetahuan agama melebihi istrinya, hingga ia bisa mengajarkannya pada istri, anak-anak dan keluarganya sekaligus menjadi tempat bertanya masyarakat. Hingga lelaki saleh akan mengantar istri dan keluarganya dalam kebahagiaan dunia akhirat.
2. Penyantun dan pengayom
Tipe seperti ini selalu berusaha agar istrinya hidup dalam kecukupan dan tidak pernah merasa selalu khawatir menghadapi kesulitan hidup. Ia selalu saja ingin memastikan keluarganya dalam keadaan baik-baik saja dan keluarganya merasa terlindungi dengan kepemimpinan kepala keluarga yang bersifat pengayom ini.
Suami tipe semacam ini selalu meletakkan beban istrinya ke tempat yang sangat rendah. Ia berusaha menolong semampunya, walaupun hanya pekerjaan rumah tangga sekalipun. Ia berupaya untuk menempatkan istrinya sebagai wakil keluarga sehingga diharapkan sang istri nyaman untuk menyelesaikan tugas dan urusannya secara baik.
Rasulullah sebagai suami pengayom memberikan panutan pada umatnya, seperti yang dikisahkan oleh Aisyah saat ditanya oleh sahabat mengenai apa yang dilakukan Rasulullah saat berada dirumah. Ia menjawab: “Beliau saw sebagaimana layaknya manusia pada umumnya, menjahit terompahnya, menambal pakaiannya, memerah susu kambingnya dan mengerjakan apa yang biasa dikerjakan oleh lelaki. Baru jika waktu shalat tiba, beliau keluar rumah.” (HR. Bukhari)
3. Berwibawa dan Pemurah
Tipe suami seperti ini akan memberikan istri dan anaknya apapun yang dibutuhkannya, dengan penuh tanggung jawab ia mencari nafkah hanya untuk kebaikan keluarga. Suami bertipe seperti ini jauh dari kata pelit, namun ia berupaya tetap berwibawa di mata keluarga, hingga istri dan anak-anaknya menjadi hormat dan segan padanya.
Istri selayaknya bersyukur jika memperoleh tipe seperti ini, jangan sia-siakan kepercayaan untuk mengelola keuangan yang dipercayakan kepadanya, dan sudah selayaknya ia menjadi soulmate yang cukup menyenangkan bagi pasangannya.
4. Ksatria di luar namun lemah lembut saat berada ditengah keluarga
Seorang suami yang mau menantang kerasnya kehidupan, ia berani membanting tulang dengan keadaan apapun dan situasi apapun demi anak istrinya. Ia bersikap lugas, jujur, tidak mau berkhianat dalam menggapai cita-cita membahagiakan keluarganya. Namun sesampai dirumahnya, ia berlaku lembut dengan anak-anak dan istrinya. Ia berlaku sebagai seorang penyayang dan pelindung bagi keluarganya.
5. Tegas mempertahankan jati dirinya dan kuat pendirian
Jika seorang suami tidak kuat pendirian juga tak tegas saat menghadapi suatu masalah maka yang terjadi adalah situasi keluarga yang goyah. Maka seorang suami diharapkan pada saat ia harus tegas dan kuat pendirian, agar keluarga yang dinaunginya menjadi aman dan nyaman dalam kepemimpinannya.
6. Bersikap sabar dan pemaaf
Apabila mempunyai suami yang tidak pemarah dan selalu bisa memaafkan kesalahan diri sendiri dan keluarga, terutama istrinya maka ia adalah seorang suami teladan.
7. Bersikap amanah,
yakni tidak mengabaikan tugas yang diberikan dan tidak menyalahgunakan kekuasaan juga kedudukan yang bisa mengancurkan keluarga, dirinya juga tatanan dalam masyarakat, seperti korupsi, penggelapan keuangan dan lain sebagainya.
8. Mampu memimpin dan mendidik anak dan Istri
Seorang suami yang sholeh tidak saja mampu memimpin perusaaan, memimpin bawahannya atau organisasinya, namun sejatinya ia bisa memimpin dan mendidik anak dan istrinya dengan akhlak yang terbaik. Hingga mampu menjadikan keluarganya nyaman dan menjadi panutan keluarga-keluarga di sekitarnya.
9. Dapat menjaga perilakunya di dalam dan di luar rumah dengan baik
Terkadang suami mempunyai dua kepribadian. Didalam rumah ia berlaku sebagai suami teladan, namun saat diluar rumah bisa buruk perilakunya, juga ditempat ia bekerja. Untuk itu jika ingin mendapatkan suami yang sholeh maka sebaiknya ia tetap dalam berperilaku, tentu perilaku yang baik dan bisa menjadi teladan.
Rasulullah adalah seorang suami sholeh yang baik dan menjadi panutan bagi seluruh suami didunia. Seluruh perlakuan beliau pada istri-istrinya juga keluarganya adalah sebaik-baiknya perlakuan yang seharusnya ditiru oleh suami sholeh dimanapun berada. Beliau bersabda: “Orang yang terbaik di antara kamu adalah orang yang terbaik terhadap isterinya, dan aku adalah orang yang terbaik di antara kamu terhadap isteriku.” ( HR Ibnu Majah)
sumber : ummi online

Semoga bermanfaat..

View on Path

Perihal Abu Afifah
Zaenal Arifin sang Penuntut Ilmu

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: