Bagaimana bisa aku berharap surga?
Sementara pekerjaan akhirat menurut akalku hanyalah aktifitas di waktu sisa setelah kewajibanku dlm mengejar dunia sudah selesai

Bagaimana aku bisa berharap surga?
Sementara dgn sadar setiap hariku selalu memperbaharui dosa terus menerus

Tahukah ternyata Rasulullah, para nabi-nabi, para sahabat dan para muhajidin itu hidupnya tidak ada yg bersenang-senang hanya mengejar urusan dunia semata.
Semuanya sangat penuh perjuangan dan penderitaan.
Tak sedikit hinaan, makian dan ujian

Lalu apa mungkin aku sebagai manusia biasa yg selalu memperbaharui dosa setiap harinya berharap bisa masuk surgaNya dgn hanya hidup bersenang-senang memikirkan urusan duniawi, hidup semauku tanpa aturan dan mulus tanpa ujian?
Ternyata… Itu semua mimpi sayang😊.
. .
.
“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan)……” (QS. Al-Baqarah 2 : 214)

Ternyata jalan menuju surga itu memang tdk mudah, sulit, berat, tdk bebas, semuanya diatur oleh Allah dan RasulNya.
Ternyata jangan kan memasuki nya, menapakinya saja rumit

Ternyata meraih surga itu butuh pengorbanan
Ternyata meraih surga itu butuh ilmu Allah

Dan akhirnya yg tersisa hanya ada 2 pilihan yaitu:
Aku mau ikuti hawa nafsu, maksiat dan ingkar pada Allah Ta’ala?
Atau aku taat walau berat, jauhi laranganNya walau sulit, ikuti aturanNya walau tdk bebas, namun surga Allah hadiahnya?😍😍😍😍😍 MasyaAllah😢
.
Ternyata aku masih sangat memuja mengejar dunia.
Ternyata rasanya aku blm pantas berharap bisa masuk surgaNya.
.
Tapi surga itu mutlak harus dikejar !!!
Karena dunia ini hanyalah tempat persinggahan untuk mengumpulkan amal sebanyak-banyaknya agar kelak di yaumil akhir nanti bisa termasuk orang yg pantas tersenyum bahagia berada dlm barisan umat Rasulullah ke surga Allah abadi selama-lamanya🙏
.
Akulah pemuja dunia tapi aku ingin menjadi penghuni surgaMu yaa Rabbiiiiiiii😭😭😭 .

Wallahu A’lam Bishawab😊.

Semoga renungan ini bermanfaat..

View on Path

Perihal Abu Afifah
Zaenal Arifin sang Penuntut Ilmu

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: