Seandainya Beli Rumah Seringan Balon Udara

Mungkinkah?

Saya saat ini masih merasakan keinginan besar untuk mendapatkan rumah idaman untuk istri dan anak-anak. Sedikitnya iri karena melihat teman yang sebaya mulai memiliki tempat tinggal dan tidak lagi menjadi kontraktor seperti saya.

Mencari-cari dan berselancar di dunia internet ternyata harga rumah semakin meningkat tanpa saya inginkan hal itu. Saat ini saya tersadar sekali bahwa langkah saya harus cepat dalam mengambil rumah.

Dimanapun lokasinya yang terpenting saya bisa memiliki rumah yang bisa dihuni oleh keluarga tercinta. Ada memang pemikiran lokasi, namun yang terpenting adalah pembelian rumah dengan metode yang ringan layaknya balon udara.

Berpikir keras dan bekerja keras setiap hari untuk mendapatkan tabungan yang meningkat dan bisa dijadikan pembayaran pertama uang muka kepada Pengembang. Tetapi, ternyata pekerja seperti saya tidak bisa membeli rumah yang dimimpikan karena tabungan terus tidak cukup.

Apakah saya dikutuk untuk tidak bisa memiliki rumah?

Saya berharap sekali kepada semua pengembang untuk tidak mudah menaikan harga dan terlalu mencekik kami sebagai pekerja.

Hati saya bergumam sendiri dan membayangkan salah satu metode yang begitu manis dibenak pemikiran.

Seperti tidak terikatnya dengan bank manapun. Saya pernah melihat banyak teman yang mengambil dengan melalui bank syariah maupun konvensional. Mereka teman-teman saya sangat keteteran karena tetap ada denda walaupun di bank syariah. Selain itu, ternyata ada beberapa orang yang merasakan sita karena bisnis yang dijalankan mulai menurun pendapatannya. Bahkan, ada yang di PHK lalu kemudian tempat tinggal pun tak ada. Saya berteriak dalam hati, tidaaaak…

Setelah pemikiran itu muncul, saya mencoba melihat seluk beluk pembelian perumahan yang lain dan mendapatkan informasi dari teman bahwa saya kalau mengajukan kpr ke bank itu tidak akan bisa disetujui. Alasannya, karena gaji saya itu sangat minim, sehingga tidak lolos BI Checking.

Hati saya semakin panas karena melihat anak semakin besar ketika itu dan terus mencari cara untuk mendapatkan rumah.

Saat saya berselancar melalui facebook, ternyata saya menemukan link
https://rumahsyariah62.wordpress.com/dindra-serpong-village/

yang menyediakan pembayaran metode ringan.

Bahkan, apa yang saya inginkan telah ditemukan, yaitu pembayaran tanpa terikat dengan bank. Alhamdulillah

Ini cerita saya mendapatkan rumah di Bogor dekat Tangerang BSD

Alhamdulillah

View on Path

Perihal Abu Afifah
Zaenal Arifin sang Penuntut Ilmu

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: