Tentang Kami

Salafi Bukanlah Sekte, Aliran, Partai atau Organisasi Massa

Manhaj Salaf

Sebagian orang mengira Salafi adalah sebuah sekte, aliran sebagaimana Jama’ah Tabligh, Ahmadiyah, Naqsabandiyah, LDII, dll. Atau sebuah organisasi massa sebagaimana NU, Muhammadiyah, PERSIS, Ikhwanul Muslimin, Hizbut Tahrir, dll. Ini adalah salah kaprah. Salafi bukanlah sekte, aliran, partai atau organisasi massa, namun salafi adalah manhaj (metode beragama), sehingga semua orang di seluruh pelosok dunia di manapun dan kapanpun adalah seorang salafi jika ia beragama Islam dengan manhaj salaf tanpa dibatasi keanggotaan.

Sebagian orang juga mengira dakwah Salafiyyah adalah gerakan yang dicetuskan dan didirikan oleh Syaikh Muhammad Bin Abdul Wahab. Ini pun kesalahan besar…!
Dijelaskan oleh Syaikh ‘Ubaid yang ringkasnya :

“Dakwah salafiyyah tidak didirikan oleh seorang manusia pun. Bukan oleh Syaikh Muhammad Bin Abdul Wahab bersama saudaranya Imam Muhammad Bin Su’ud, tidak juga oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dan murid-muridnya, bukan pula oleh Imam Mazhab yang empat, bukan pula oleh salah seorang Tabi’in, bukan pula oleh sahabat, bukan pula oleh Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam, dan bukan didirikan oleh seorang Nabi pun. Melainkan dakwah Salafiyah ini didirikan oleh Allah Ta’ala. Karena para Nabi dan orang sesudah mereka menyampaikan syariat yang berasal dari Allah Ta’ala. Oleh karena itu, tidak ada yang dapat dijadikan rujukan melainkan nash dan ijma” (Ushul Wa Qowaid Fii Manhajis Salaf)

Oleh karena itu, dalam dakwah salafiyyah tidak ada ketua umum Salafi, Salafi Cabang Jogja,cabang cianjur dll/Salafi Daerah, Tata tertib Salafi, AD ART Salafi, Alur Kaderisasi Salafi, dan tidak ada muassis (tokoh pendiri) Salafi. Tidak ada pendiri Salafi melainkan Allah dan Rasul-Nya, tidak ada AD-ART Salafi melainkan Qur’an dan Sunnah dengan pemahaman para sahabat.

2. Salafi Gemar Mengkafirkan dan Membid’ahkan….?

Musuh utama seorang muslim adalah kekufuran dan kesyirikan, karena tujuan Allah menciptakan makhluk-Nya agar makhluk-Nya hanya menyembah Allah semata. Allah Ta’ala berfirman, “Sungguh kesyirikan adalah kezaliman yang paling besar” [QS. Luqman: 13].

Setelah itu, musuh kedua terbesar seorang muslim adalah perkara baru dalam agama, disebut juga bid’ah. Karena jika orang dibiarkan membuat perkara baru dalam beragama, akan hancurlah Islam karena adanya peraturan, ketentuan, ritual baru yang dibuat oleh orang-orang belakangan. Padahal Islam telah sempurna tidak butuh penambahan dan pengurangan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Setiap bid’ah adalah kesesatan” (HR. Muslim)

Maka tentu tidak bisa disalahkan ketika ada da’i yang secara intens mendakwahkan tentang bahaya syirik dan bid’ah, mengenalkan bentuk-bentuk kesyirikan dan kebid’ahan agar umat terhindar darinya. Bahkan inilah bentuk sayang dan perhatian terhadap umat.

Kemudian, para ulama melarang umat Islam untuk sembarang memvonis bid’ah, sesat apalagi kafir kepada individu tertentu. Karena vonis yang demikian bukanlah perkara remeh. Diperlukan timbangan Al Qur’an dan As Sunnah serta memperhatikan kaidah-kaidah yang telah ditetapkan oleh para ulama dalam hal ini.

Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani berkata :
“Dalil-dalil terkadang menunjukkan bahwa perbuatan tertentu adalah perbuatan kufur, atau perkataan tertentu adalah perkataan kufur. Namun di sana terdapat faktor yang membuat kita tidak memberikan vonis kafir kepada individu tertentu (yang melakukannya). Faktornya banyak, misalnya karena ia tidak tahu, atau karena ia dikalahkan oleh orang kafir dalam perang.” (Fitnah At Takfir, Muhammad Nashiruddin Al Albani)


Dari sini jelaslah bahwa menjelaskan perbuatan tertentu adalah perbuatan kufur bukan berarti memvonis semua pelakunya itu per individu pasti kafir. Begitu juga menjelaskan kepada masyarakat bahwa perbuatan tertentu adalah perbuatan bid’ah bukan berarti memvonis pelakunya pasti ahlul bid’ah. Syaikh Abdul Latif Alu Syaikh menjelaskan: “Ancaman (dalam dalil-dalil) yang diberikan terhadap perbuatan dosa besar terkadang tidak bisa menyebabkan pelakunya per individu terkena ancaman tersebut” (Ushul Wa Dhawabith Fi At Takfir, Syaikh Abdul Latif bin Abdurrahman Alu Syaikh)

3. Salafi Memecah-Belah Ummat…?

Untuk menjelaskan permasalahan ini, perlu pembaca ketahui tentang 3 hal pokok :

Pertama, perpecahan umat adalah sesuatu yang tercela. Sebagaimana firman Allah Ta’ala yang artinya,
“Berpegang teguhlah pada tali Allah dan jangan berpecah-belah” (QS. Al-Imran: 103).

Kedua, perpecahan umat adalah suatu hal yang memang dipastikan terjadi dan bahkan sudah terjadi. Sebagaimana dikabarkan oleh Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam,
“Umatku akan berpecah menjadi tujuh puluh tiga golongan, semuanya akan masuk neraka kecuali satu. Maka kami-pun bertanya, siapakah yang satu itu ya Rasulullah? Beliau menjawab: yaitu orang-orang yang berada pada jalanku dan jalannya para sahabatku di hari ini” [HR. Tirmidzi].

Ketiga, persatuan Islam bukanlah semata-mata persatuan badan, kumpul bersama, dengan keadaan aqidah yang berbeda-beda. Mentoleransi segala bentuk penyimpangan, yang penting masih mengaku Islam. Bukan itu persatuan Islam yang diharapkan. Perhatikan baik-baik hadits tadi, saat umat Islam berpecah belah seolah-olah Rasulullah memerintahkan untuk bersatu pada satu jalan, yaitu jalan yang ditempuh oleh para sahabat, inilah manhaj salaf.

Sehingga…..
Ketika ada seorang yang menjelaskan kesalahan-kesalahan dalam beragama yang dianut sebagian kelompok, aliran, partai atau ormas Islam, bukanlah upaya untuk memecah belah ummat.

Melainkan….
Sebuah upaya untuk mengajak ummat BERSATU di satu jalan yang disebutkan oleh Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam tersebut. Bahkan adanya bermacam aliran, sekte, partai dan ormas Islam itulah yang menyebabkan perpecahan ummat. Karena mereka tentu akan loyal kepada tokoh-tokoh mereka masing-masing, loyal kepada peraturan mereka masing-masing, loyal kepada tradisi mereka masing-masing, bukan loyal kepada Islam….!!

Selain itu……
Jika ada saudara kita yang terjerumus dalam kesalahan, siapa lagi yang hendak mengoreksi kalau bukan kita sesama muslim…? Tidak akan kita temukan orang kuffar yang melakukannya. Dan bukankah Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda:
“Agama adalah nasehat” (HR. Muslim).

Dan jika koreksi itu benar, bukankah wajib menerimanya dan menghempas jauh kesombongan..? Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,
“Kesombongan itu adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia” (HR. Muslim)

4. Salafi Aliran Sesat …?

Orang yang menuduh dakwah salafiyyah sebagai aliran sesat, seperti dijelaskan oleh Syaikh Ubaid, bisa jadi ia memang orang awam yang belum mengenal apa itu salafi, atau bisa jadi ia orang benci kepada dakwah salafiyyah karena dakwah ini telah membuka tabir yang selama ini menutupi penyimpangan-penyimpangan yang dimilikinya.
Anggapan ini sama sekali tidak benar karena dua hal.

Pertama, dakwah salafiyyah bukan aliran atau sekte tertentu dalam Islam, sebagaimana telah dijelaskan.

Kedua, sebagaimana telah diketahui bahwa sesuatu dikatakan tersesat jika ia telah tersasar dari jalan yang benar, dan menempuh jalan yang salah.
Maka….. bagi yang menuduh hendaknya mendatangkan bukti bahwa dakwah salafiyyah menyimpang dari ajaran Al Qur’an dan As Sunnah yang benar. Niscaya mereka tidak akan bisa mendatangkan buktinya….!

Sebagaimana yang dijelaskan Majelis Ulama Indonesia Jakarta Utara dalam menanggapi kalimat-kalimat miring yang menuduh bahwa salafi adalah aliran sesat, dalam surat edaran MUI Jakarta Utara tanggal 8 April 2009 berjudul “Pandangan MUI Kota Administrasi Jakarta Utara tentang Salaf/Salafi”. Dalam surat edaran tersebut ditetapkan:

a) Pertama, penjelasan tentang Salaf/Salafi:

Salaf/Salafi tidak termasuk ke dalam 10 kriteria sesat yang telah ditetapkan oleh MUI. Sehingga Salaf/Salafi bukanlah merupakan sekte atau aliran sesat sebagaimana yang berkembang belakangan ini,

Salaf/Salafi adalah nama yang diambil dari kata salaf yang secara bahasa berarti orang-orang terdahulu, dalam istilah adalah orang-orang terdahulu yang mendahului kaum muslimin dalam Iman, Islam dst. mereka adalah para sahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka,
Penamaan salafi ini bukanlah penamaan yang baru saja muncul, namun sejak dahulu ada, Dakwah salaf adalah ajakan untuk memurnikan agama Islam dengan kembali kepada Al Qur’an dan As Sunnah dengan menggunakan pemahaman para sahabat Radhiallahu’anhum.

b) Kedua, nasehat dan tausiah kepada masyarakat:

– Hendaknya masyarakat tidak mudah melontarkan kata sesat kepada suatu dakwah tanpa di klarifikasi terlebih dahulu,
– Hendaknya masyarakat tidak terprovokasi dengan pernyataan-pernyataan yang tidak bertanggung jawab,
– Kepada para da’i, ustadz, tokoh agama serta tokoh masyarakat hendaknya dapat menenangkan serta memberikan penjelasan yang objektif tentang masalah ini kepada masyarakat,
– Hendaknya masyarakat tidak bertindak anarkis dan main hakim sendiri, sebagaimana terjadi di beberapa daerah.

(Surat edaran MUI, “Pandangan MUI Kota Administrasi Jakarta Utara tentang Salaf/Salafi”, 8 April 2009, file ada pada redaksi)

“””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””””
Terakhir…….

Agama adalah nasehat. Maka kami menasehati diri sendiri dan kaum muslimin sekalian untuk menjadi Salafi. Bagaimana caranya…..?

Menjadi seorang Salafi adalah dengan menjalankan Islam sesuai dengan apa yang telah dituntunkan Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam dan dipahami oleh generasi Salafus Shalih. Dan wajib hukumnya bagi setiap muslim untuk ber-Islam dengan manhaj salaf.

Ibnul Qayyim Al Jauziyyah berkata:

“Para sahabat Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam semua diampuni oleh Allah. Wajib mengikuti metode beragama para sahabat, perkataan mereka dan aqidah mereka sebenar-benarnya” (I’lamul muwaqqi’in, (120/4), dinukil dari Kun Salafiyyan ‘Alal Jaddah, Abdussalam Bin Salim As Suhaimi)

Semoga Allah Ta’ala senantiasa menunjukkan kita kepada jalan yang lurus, yaitu jalan yang ditempuh oleh orang-orang ygang diberikan ni’mat, bukan jalannya orang-orang yang dimurkai dan orang-orang tersesat.

*Fatwa MUI Jakarta Utara *
Mohon diviralkan..

Iklan

Kedasyatan yang ada pada uban.

Dasyatnya ubanTernyata dalam rambut yang mulai beruban, menyimpan kedahsyatan yang banyak tak disadari. Apa gerangan kedahsyatan tersebut? Mari kita simak pemaparan di bawah ini.

Pertama, uban mengingatkan seorang akan dekatnya ajal.

Dalam Al Quran disebutkan,

أَوَلَمْ نُعَمِّرْكُمْ مَا يَتَذَكَّرُ فِيهِ مَنْ تَذَكَّرَ وَجَاءَكُمُ النَّذِيرُ ۖ فَذُوقُوا فَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ نَصِير

Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan? maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun. (QS. Fathir: 37)

Tahukah Anda, apakah yang dimaksud Sang Pemberi peringatan dalam ayat di atas?

Ibnu Katsir rahimahullah, menerangkan dalam kitab tafsir beliau, bahwa para ulama tafsir seperti Ibnu Abbas, Ikrimah, Qatadan, Ibnu ‘Uyainah dan yang lainnya, menjelaskan bahwa maksud Sang Pemberi peringatan dalam ayat di atas adalah uban. (Tafsir Ibnu Katsir 6/542)

Karena lumrahnya uban muncul di usia senja. Jadilah uban itu sebagai pengingat manusia bahwa ia berada dipenghujung kehidupan dunia, menanti tamu yang pasti datang dan tak disangka-sangka. Nabi Muhammad shallallahu’alaihiwasallam bersabda:

أعمار أمتي ما بين الستين إلى لسبعين، وأقلهم من يجوز ذلك

Umur umatku di antara 60 ke 70 tahun, dan tidak banyak yang melebihi daripada itu. (HR. Imam Tirmizi)

Kedua, uban menjadikan seorang tak lagi rakus terhadap dunia.

Munculnya uban membuat seorang sadar, bahwa keberadaannya dunia ini tidaklah selamanya. Hanya sebentar bila dibandingkan kehidupan selanjutnya; yaitu alam akhirat. Yang satu hari di sana sama dengan lima puluh ribu tahun di dunia. Angan-angan kosongnya pun pupus. Ketamakannya terhadap kemilau harta mulai berkurang. Ia lebih disibukkan oleh hal-hal yang pasti. Hari-harinya menjadi lebih produktif untuk mempersiapkan bekal akhirat.

Sufyan Ats-Tsauri berkata,

الزهد في الدنيا قصر الأمل، ليس بأكل الغليظ ولا لبس العباء

“Zuhud terhadap dunia akan menupuskan Angan-angan kosong. Ia tak lagi berlebihan dalam hal makanan dan pakaian.”

Ketiga, uban akan menjadi cahaya di hari kiamat.

Dari Amr bin Syu’aib, dari ayahnya, dari kakeknya, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَا تَنْتِفُوا الشَّيْبَ مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَشِيبُ شَيْبَةً فِي الْإِسْلَامِ إِلَّا كَانَتْ لَهُ نُورًا يَوْمَ الْقِيَامَة

“Janganlah mencabut uban. Tidaklah seorang muslim yang memiliki sehelai uban, melainkan uban tersebut akan menjadi cahaya baginya pada hari kiamat nanti.” (HR. Abu Daud 4204. Hadis ini dishahihkan al-Albani dalam Shahih Targhib wa Tarhib, 2091)

Dalam riwayat lain disebutkan,

أنه نور المؤمن

“Sesungguhnya uban itu cahaya bagi orang-orang mukmin.”

Ka’b bin Murroh radhiallahu’anhu berkata,”Saya pernah mendengar Rasulullah sallallahu’alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ شَابَ شَيْبَةً فِي الإِسْلامِ كَانَتْ لَهُ نُورًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Barangsiapa yang telah beruban dalam Islam, maka dia akan mendapatkan cahaya di hari kiamat.” (HR. Tirmidzi no. 1634. Dishahihkan oleh AL-Albany dalam shohih Tirmizi)

Oleh karena itu, orang yang mencabut ubannya, ia akan kehilangan cahaya di hari kiamat.

Keempat, munculnya uban akan mendorong seorang untuk lebih giat beramal.

Uban menyadarkan orang-orang yang berakal untuk lebih semangat dalam kebajikan. Membuatnya semakin peka terhadap hak-hak Rabnya dan hak-hak sesama makhluk. Waktunya ia habiskan untuk kebaikan. ibadahnya menjadi lebih baik dan sempurna.

Ibnu Abid Dun-ya meriwayatkan dengan sanadnya. Bakr bin Abdillah Al-Muzani berkata,

إذا أردت أن تنفعك صلاتك فقل: لعلي لا أصلي بعدها

“Bila Anda ingin mendapat manfaat dari shalat Anda, maka katakanlah pada diri Anda,” Barangkali setelah ini aku tidak akan shalat lagi.”

Kelima, uban akan memancarkap sikap tabah dan wibawa.

Rupanya uban membuat seorang lebih tampak tabah dan berwibawa. Sikapnya tenang ketika berbicara, berbuat serta bermuamalah dengan orang lain. Oleh karena itu, islam memerintahkan kepada kita untuk menghormari orang-orang yang sudah tua.

Dari Abu Musa Al-‘Asy’ari radhiyallahu’anhu, dia berkata,”Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda:

إِنَّ مِنْ إِجْلَالِ اللهِ إِكْرَامَ ذِي الشَّيْبَةِ الْمُسْلِمِ

“Sesunguhnya termasuk dari pengagungan kepada Alloh ialah menghormati orang muslim yang sudah beruban (orang tua). (HR. Abu Dawud dari hadits Abu Musa ra; hadits hasan)

Yaitu dengan memuliakannya bila ia berkumpul dengan kita dalam satu majelis, bersikap sopan dan santun kepadanya dan berusaha menjadi pendengar yang baik ketika dia berbicara, serta mengambil faidah dari lika-liku kehidupan yang telah ia lalui. (Lihat: ‘Aunul Ma’buud 13/192)

Dalam riwayat lain dijelaskan, dari Sa’id bin Musayyib, beliau berkata:

كام ابراهيم أول من ضيف الضيف وأول الناس كَانَ إِبْرَاهِيمُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوَّلَ النَّاسِ ضَيَّفَ الضَّيْفَ وَأَوَّلَ النَّاسِ اخْتَتَنَ وَأَوَّلَ النَّاسِ قَصَّ الشَّارِبَ وَأَوَّلَ النَّاسِ رَأَى الشَّيْبَ فَقَالَ يَا رَبِّ مَا هَذَا فَقَالَ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى وَقَارٌ يَا إِبْرَاهِيمُ فَقَالَ يَا رَبِّ زِدْنِي وَقَارًا

“Ibrahim adalah orang pertama yang menjamu tamu, orang pertama yang berkhitan, orang pertama yang memotong kumis, dan orang pertama yang melihat uban lalu berkata: Apakah ini wahai Tuhanku? Maka Allah berfirman: kewibawaan wahai Ibrahim. Ibrahim berkata: Wahai Tuhanku, tambahkan aku kewibawaan itu.” (HR. Bukhori dalam Al-Adabul Mufrod 120, Imam Malik dalam Al-Muwatto’ 9/58)

Berangkat dari kedahsyatan-kedahsyatan di ataslah, kemudian jumhur ulama (mayoritas ulama) menyimpulkan, bahwa hukum mencabut uban adalah makruh. Pendapat ini dirajihkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah. Bahkan ada pula ulama yang menghukumi haram. Seperti Al-Baghowi rahimahullah, beliau menyatakan,”Seandainya mau dikatakan haram karena adanya larangan yang tegas mengenai hal ini, maka ini tidak mustahil. Tidak ada bedanya antara mencabut uban pada rambut kepala maupun jenggot.” (red. Imam Nawawi rahimahullah menukil pernyataan ini dalam Al-Majmu’)

Ibnu Muflih juga menyatakan, “Ada kemungkinan yang menunjukkan bahwa mencabut uban itu hukumnya haram.” (Al Majmu’ Syarh Al Muhadzdzab: 1/292, Al-Furu’: 1/131) Namun dalam masalah ini pendapat yang lebih rajih -insyaAllah- adalah pendapat yang menyatakan makruh.

Wallahu a’lam bis showab.

Kota Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, 7 Safar 1436

Penulis: Ahmad Anshori

Kebenaran ataukah pembenaran yang kau cari wahai saudaraku..?

Di balik peristiwa pertengkaran senantiasa tersedia berbagai alasan yang dianggap benar untuk menyerang dan menghancurkan lawan. Masing-masing pihak selalu merasa diri berada di pihak yang paling benar dan menganggap pihak lain berada di posisi yang salah. Itu sebabnya setiap orang yang bertengkar senantiasa berupaya untuk saling menyerang dan melemahkan pihak lain yang dianggap musuh atau saingannya.
Apabila fenomena kehidupan sehari-hari sering diwarnai oleh pertengkaran, konflik atau perselisihan jelas menunjukkan bahwa manusia sering gagal untuk mencintai sesamanya.Tanpa sengaja  kita telah menciptakan suatu dunia yang miskin dengan cinta kasih, sehingga kita memberlakukan konsep kebenaran dan keadilan menurut kehendak diri sendiri.

Kegagalan dalam memberlakukan bukan karena kita berpijak kepada kebenaran dan keadilan, tetapi ketika kita memanipulasi makna kebenaran dan keadilan menurut kepentingan diri sendiri. Peristiwa pertengkaran tidak akan pernah menghasilkan sesuatu yang positif dan mendekatkan mereka kepada kebenaran. Sebaliknya peristiwa pertengkaran akan  semakin menjauhkan dan membuat kita berpaling dari kebenaran dan keadilan. Dengan perkataan lain kita sering bertengkar dengan orang lain yang dilandasi oleh motif untuk memperjuangkan kepentingan diri sendiri dengan mengatas-namakan kebenaran dan keadilan. Akibatnya peristiwa pertengkaran sering semakin luas dengan melibatkan sesama yang sebenarnya tidak pernah terlibat konflik sebelumnya. Mereka dimotivasi bahwa lawannya telah melanggar kebenaran dan keadilan sehingga mereka layak untuk dibenci. Karena itu pertengkaran kecil kadang-kadang menyulut menjadi besar dan berkepanjangan.

Sumber konflik atau pertengkaran yang paling mendasar disebabkan karena kita telah menjadikan diri sendiri sebagai pusat (self-centered). Yang mana pemusatan diri bukan sekedar suatu kecenderungan alamiah, tetapi suatu pola yang lahir dari mekanisme jiwa. Dengan pola tersebut, manusia memiliki agenda atau visi untuk menjadikan diri sendiri sebagai tolok-ukur dalam menilai dan menafsirkan setiap aspek dalam kehidupan ini. , maka penilaian dan pengukuran terhadap realitas kehidupan menghasilkan kepincangan dan kedangkalan persepsi. Sehingga manusia sering dibatasi oleh horison yang sempit seperti “katak dalam tempurung”. Dalam pengertian ini keleluasaan dan kekayaan misteri hidup hanya terbatas dalam lingkup “tempurung” yang tentunya serba terbatas. Padahal saat horison dan persepsi hidup kita serba sempit, maka kita juga dibatasi untuk menangkap segi-segi positif dan keunikan orang lain.

Itu sebabnya kita sering hanya mampu menangkap sebagian kecil dari realitas makna dan keberadaan orang lain. Kita sering gagal untuk menangkap realitas makna dan keberadaan orang lain secara utuh. Di titik inilah manusia sering mengalami kesalahpahaman dalam mengungkap diri dan memahami esensi keberadaan sesamanya. Yang mana pada sisi yang lain, kesalahpahaman dalam mengungkap diri dan memahami esensi keberadaan sesamanya disebabkan karena kita gagal untuk memperluas wilayah pemahaman diri dan pemaknaan terhadap realitas kehidupan ini. Dengan perkataan lain, kegagalan kita untuk memahami secara positif esensi keberadaan sesama disebabkan karena kita gagal untuk memahami secara positif pula esensi keberadaan diri sendiri.

Semakin banyak orang yang membela dan berkorban diri bagi kita, maka kita akan merasa diri sebagai orang yang paling benar. Tepatnya kita sering memperlakukan makna kebenaran bukan untuk kebenaran, tetapi kita memanfaatkan kebenaran untuk kepentingan diri sendiri. Kita bukan hanya memiliki potensi untuk menganiaya para musuh kita, tetapi juga berpotensi untuk menganiaya kebenaran. Potensi dan realitas tersebut lahir dari pemusatan diri sendiri.

Manusia bukan hanya memiliki kecenderungan untuk menjadikan dirinya sebagai pusat, tetapi juga dia ingin menjadi yang terbesar. Manusia ingin berkuasa melebihi orang-orang di sekitarnya. Alfred Adler  (7 Februari 1870 – 28 Mai 1937) seorang psikolog dari Austria menyebut kecenderungan tersebut sebagai libido untuk berkuasa sebagai bentuk dari superioritas diri manusia. Dengan dorongan libido berkuasa, manusia menggerakkan seluruh dinamika hidupnya kepada suatu tujuan tertentu. Padahal perasaan superioritas diri tersebut seringkali muncul dari inferioritas diri (perasaan rendah-diri). Karena itu seseorang yang ingin menjadi yang terbesar bisa disebabkan karena faktor kompensasi yang sifatnya psikologis untuk menutupi berbagai kekurangan diri sendiri. Dalam konteks ini batasan pengertian dari perasaan superioritas diri seringkali sangat tipis dengan inferioritas diri. Dengan kondisi demikian, manusia dengan sikap superioritas dirinya seringkali didasari oleh motif-motif yang tidak murni yang disebabkan oleh perasaan rendah diri (inferioritas). Sehingga kita sering mengalami kekaburan antara tujuan yang mulia dengan motif yang rendah, kebenaran dan pembenaran diri, keadilan dengan egoisme diri, dan tindakan kasih dengan sikap yang mengasihani diri sendiri.

Sikap kecenderungan seseorang yang tamak untuk menjadi besar akan mendorong dia untuk selalu defensif dan ofensif. Maksud sikap defensif adalah pola sikap yang selalu cenderung untuk berupaya membela dan mempertahankan diri dalam berelasi dengan sesamanya. Pada hakikatnya seorang yang defensif disebabkan karena mereka merasa diri terancam. Mereka merasa orang-orang di sekitarnya berupaya untuk menganiaya atau melukai dirinya. Itu sebabnya  mereka senantiasa mengembangkan perasaan yang sangat sensitif (over-sensitive) yang dalam kasus tertentu menjadi “paranoid”.

Dengan pola sikap yang demikian, seorang yang defensif akan berupaya mencari pembenaran diri untuk berbagai alasan yang sebenarnya sudah jelas dan tidak membutuhkan pembelaan. Pada pihak lain, karena mereka terlalu sensitif dan merasa diri terancam maka mereka juga akan berupaya untuk menyerang sesama yang dianggap melukai dirinya. Mereka tidak segan-segan mengeluarkan kata-kata yang pedas, sinis, dan menghina orang lain. Karena itu tidaklah mengherankan jikalau cikal-bakal  dari setiap permusuhan atau pertengkaran disebabkan karena masing-masing pihak dilatar-belakangi oleh sikap yang defensif dan ofensif. Apabila kedua pihak memiliki latar-belakang hidup atau masa lalu yang pahit sehingga masing-masing mengembangkan sikap yang defensif dan ofensif, maka mereka akan bertengkar secara vulgar dan kasar di hadapan publik

CARA MENGELOLA FANPAGE FACEBOOK DENGAN PROFESIONAL

Meski Fanpage Facebook penting sebagai media promosi yang sangat efektif untuk meningkatkan omset bisnis para pemilik toko online. Namun sebagian besar dari para pemilik bisnis toko online tidak mengelola fanpage mereka secara profesional.

Salah satu alasan utama mengapa para pelaku bisnis online tidak mengelola fanpage mereka secara profesional adalah karena mereka tidak memiliki waktu yang cukup luang untuk mengelola fanpage.

Tips Mengelola Fanpage Facebook

Setelah mendapatkan begitu banyaknya penggemar untuk Fanpage Facebook, yang selanjutnya ingin Anda lakukan tentunya menjaga kualitas dari promosi fanpage tersebut. Nah, berikut adalah beberapa tips mengelola Fanpage Facebook yang dapat Anda lakukan.

1. Rencanakan dan jadwalkan update status

Rencanakan postingan status yang baru di facebook secara berstruktur. Ada baiknya Anda menyiapkan list status yang ingin dibagikan dan selanjutnya melakukan penjadwalan update secara terjadwal. Disini pelaku bisnis bisa memanfaatkan hootsuite untuk menjadwal update status di Fanpage Facebook yang Anda miliki.

2. Gunakan gambar

Update status yang Anda lakukan akan mendapatkan lebih banyak eksposur jika Anda menggunakan foto atau gambar yang menarik, namun jangan terlalu juga membebani halaman dengan gambar.

Foto atau gambar akan membuat Anda memperoleh eksposur, ada kemungkinan juga mereka membuat orang merasa bahwa halaman fanpage Anda adalah spamer, jadi cermatlah dalam memilih dan juga menggunakan gambar. Sebaiknya gunakan gambar dengan ukuran 403 x 403 piksel sehingga bisa terlihat sempurna di Facebook Timeline dan gunakan gambar dengan resolusi bagus.

3. Kesan pertama merupakan salah satu hal yang paling penting.

Foto sampul yang Anda pergunakan haruslah menarik dan juga jelas sehingga dapat mewakili siapa Anda dan apa yang Anda tawarkan.

4. Gunakan tab kustom

Tab custom dapat pelaku bisnis online gunakan untuk mengajak para penggemar Fanpage Facebook Anda bergabung dengan Anda, belajar mengenai penawaran khusus, promosi maupun penyelenggaraan kontes. Gunakanlah tab custom untuk bisa meningkatkan pemasaran dan membuat promosi penjualan yang lebih menarik lagi.

5. Hargai komentar dari penggemar

Menjawab komentar atau pertanyaan dari para penggemar dapat memberikan ajakan untuk bisa terus berinteraksi dengan Fanpage Facebook yang Anda kelola. Janganlah pernah menyepelekan respon dari para penggemar Anda, bahkan komentar pendek sekalipun.

6. Bertanya

Setiap orang mempunyai kesempatan untuk mengajukan pendapatnya, sering-seringlah mengajukan pertanyakan yang bisa memancing terjadinya interaksi dengan para penggemar Anda. Jangan lupa untuk menghargai setiap respon yang mereka berikan.

7. Call to action

Jika Anda ingin status yang Anda update secara rutin mendapat like, komentar maupun dibagikan, maka janganlah segan untuk mengajak penggemar melakukannya. Tentu saja Anda harus yakin bahwa status yang Anda bagikan bisa memberikan manfaat bagi mereka sebelum mengajak penggemar untuk memperluas promosi Anda.

8. Awasi kompetitor Anda

Dalam dunia bisnis, mengawasi apa yang dilakukan oleh para kompetitor merupakan hal yang sangat penting. Amati kelebihan dan juga kelemahan dari mereka kemudian gunakan metode amati, tiru dan modifikasi, jadi fanpage Anda akan lebih competitive.

9. Short and simple

Banyak sosial media
marketer yang menyarankan bahwa status dengan karakter sekitar 100-150 merupakan penyajian status yang terbaik. Meskipun status yang panjang juga tidak menutup kemungkinan untuk bisa mengundang perhatiaan para penggemar. Lakukan analisa mengenai status seperti apa yang biasanya mendapat respon lebih banyak dari penggemar Fanpage Facebook Anda terutama ketika Anda berpromosi.

Semoga informasi tersebut di atas bisa membantu Anda dan para pelaku bisnis online lainnya untuk mengelola Fanpage Facebook dengan baik dan profesional.

Takbiran Lebaran

Waktu Mulai & Berakhir Takbiran a. Takbiran Idul Fitri Takbiran pada saat idul fitri dimulai sejak maghrib malam tanggal 1 syawal sampai selesai shalat ‘id. Hal ini berdasarkan …

Waktu Mulai & Berakhir Takbiran

a. Takbiran Idul Fitri

Takbiran pada saat idul fitri dimulai sejak maghrib malam tanggal 1 syawal sampai selesai shalat ‘id.

Hal ini berdasarkan dalil berikut:

1. Allah berfirman, yang artinya: “…hendaklah kamu mencukupkan bilangannya (puasa) dan hendaklah kamu mengagungkan Allah (bertakbir) atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu.” (Qs. Al Baqarah: 185)

Ayat ini menjelaskan bahwasanya ketika orang sudah selesai menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadlan maka disyariatkan untuk mengagungkan Allah dengan bertakbir.

2. Ibn Abi Syaibah meriwayatkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar rumah menuju lapangan kemudian beliau bertakbir hingga tiba di lapangan. Beliau tetap bertakbir sampai sahalat selesai. Setelah menyelesaikan shalat, beliau menghentikan takbir. (HR. Ibn Abi Syaibah dalam Al Mushannaf 5621)

Keterangan:

1. Takbiran idul fitri dilakukan dimana saja dan kapan saja. Artinya tidak harus di masjid.

2. Sangat dianjurkan untuk memeperbanyak takbir ketika menuju lapangan. Karena ini merupakan kebiasaan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat. Berikut diantara dalilnya:

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar rumah menuju lapangan kemudian beliau bertakbir hingga tiba di lapangan. Beliau tetap bertakbir sampai sahalat selesai. Setelah menyelesaikan shalat, beliau menghentikan takbir. (HR. Ibn Abi Syaibah dalam Al Mushannaf)Dari Nafi: “Dulu Ibn Umar bertakbir pada hari id (ketika keluar rumah) sampai beliau tiba di lapangan. Beliau tetap melanjutkan takbir hingga imam datang.” (HR. Al Faryabi dalam Ahkam al Idain)Dari Muhammad bin Ibrahim (seorang tabi’in), beliau mengatakan: “Dulu Abu Qotadah berangkat menuju lapangan pada hari raya kemudian bertakbir. Beliau terus bertakbir sampai tiba di lapangan.” (Al Faryabi dalam Ahkam al Idain)

b. Takbiran Idul Adha

Takbiran Idul Adha ada dua:

1. Takbiran yang tidak terikat waktu (Takbiran Mutlak)

Takbiran hari raya yang tidak terikat waktu adalah takbiran yang dilakukan kapan saja, dimana saja, selama masih dalam rentang waktu yang dibolehkan.

Takbir mutlak menjelang idul Adha dimulai sejak tanggal 1 Dzulhijjah sampai waktu asar pada tanggal 13 Dzulhijjah. Selama tanggal 1 – 13 Dzulhijjah, kaum muslimin disyariatkan memperbanyak ucapan takbir di mana saja, kapan saja dan dalam kondisi apa saja. Boleh sambil berjalan, di kendaraan, bekerja, berdiri, duduk, ataupun berbaring. demikian pula, takbiran ini bisa dilakukan di rumah, jalan, kantor, sawah, pasar, lapangan, masjid, dst. Dalilnya adalah:

a. Allah berfirman, yang artinya: “…supaya mereka berdzikir (menyebut) nama Allah pada hari yang telah ditentukan…” (Qs. Al Hajj: 28)

Allah juga berfirman, yang artinya: “….Dan berdzikirlah (dengan menyebut) Allah dalam beberapa hari yang berbilang…” (Qs. Al Baqarah: 203)

Tafsirnya:

Yang dimaksud berdzikir pada dua ayat di atas adalah melakukan takbiranIbn Abbas radhiyallahu ‘anhuma mengatakan: “Yang dimaksud ‘hari yang telah ditentukan’ adalah tanggal 1 – 10 Dzulhijjah, sedangkan maksud ‘beberapa hari yang berbilang’ adalah hari tasyriq, tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah.” (Al Bukhari secara Mua’alaq, sebelum hadis no.969)Dari Sa’id bin Jubair dari Ibn Abbas, bahwa maksud “hari yang telah ditentukan” adalah tanggal 1 – 9 Dzulhijjah, sedangkan makna “beberapa hari yang berbilang” adalah hari tasyriq, tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. (Disebutkan oleh Ibn Hajar dalam Fathul Bari 2/458, kata Ibn Mardawaih: Sanadnya shahih)

b. Hadis dari Abdullah bin Umar, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidak ada amal yang dilakukan di hari yang lebih agung dan lebih dicintai Allah melebihi amal yang dilakukan di tanggal 1 – 10 Dzulhijjah. Oleh karena itu, perbanyaklah membaca tahlil, takbir, dan tahmid pada hari itu.” (HR. Ahmad & Sanadnya dishahihkan Syaikh Ahmad Syakir)

c. Imam Al Bukhari mengatakan: “Dulu Ibn Umar dan Abu Hurairah pergi ke pasar pada tanggal 1 – 10 Dzulhijjah. Mereka berdua mengucapkan takbiran kemudian masyarakat bertakbir disebabkan mendengar takbir mereka berdua.” (HR. Al Bukhari sebelum hadis no.969)

d. Disebutkan Imam Bukhari: “Umar bin Khatab pernah bertakbir di kemahnya ketika di Mina dan didengar oleh orang yang berada di masjid. Akhirnya mereka semua bertakbir dan masyarakat yang di pasar-pun ikut bertakbir. Sehingga Mina guncang dengan takbiran.” (HR. Al Bukhari sebelum hadis no.970)

e. Disebutkan oleh Ibn Hajar bahwa Ad Daruqutni meriwayatkan: “Dulu Abu Ja’far Al Baqir (cucu Ali bin Abi Thalib) bertakbir setiap selesai shalat sunnah di Mina.” (Fathul Bari 3/389)

2. Takbiran yang terikat waktu

Takbiran yang terikat waktu adalah takbiran yang dilaksanakan setiap selesai melaksanakan shalat wajib. Takbiran ini dimulai sejak setelah shalat subuh tanggal 9 Dzulhijjah sampai setelah shalat Asar tanggal 13 Dzulhijjah. Berikut dalil-dalilnya:

a. Dari Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu, bahwa beliau dulu bertakbir setelah shalat shubuh pada tanggal 9 Dzulhijjah sampai setelah dluhur pada tanggal 13 Dzulhijjah. (Ibn Abi Syaibah & Al Baihaqi dan sanadnya dishahihkan Al Albani)

b. Dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, bahwa beliau bertakbir setelah shalat shubuh pada tanggal 9 Dzulhijjah sampai ashar tanggal 13 Dzulhijjah. Beliau juga bertakbir setelah ashar. (HR Ibn Abi Syaibah & Al Baihaqi. Al Albani mengatakan: “Shahih dari Ali radhiyallahu ‘anhu“)

c. Dari Ibn Abbas radhiyallahu ‘anhu, bahwa beliau bertakbir setelah shalat shubuh pada tanggal 9 Dzulhijjah sampai tanggal 13 Dzulhijjah. Beliau tidak bertakbir setelah maghrib (malam tanggal 14 Dzluhijjah). (HR Ibn Abi Syaibah & Al Baihaqi. Al Albani mengatakan: Sanadnya shahih)

d. Dari Ibn Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, bahwa beliau bertakbir setelah shalat shubuh pada tanggal 9 Dzulhijjah sampai ashar tanggal 13 Dzulhijjah. (HR. Al Hakim dan dishahihkan An Nawawi dalam Al Majmu’)

Lafadz Takbir

Tidak terdapat riwayat lafadz takbir tertentu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Hanya saja ada beberapa riwayat dari beberapa sahabat yang mencontohkan lafadz takbir. Diantara riwayat tersebut adalah:

Pertama, Takbir Ibn Mas’ud radhiyallahu ‘anhu. Riwayat dari beliau ada 2 lafadz takbir:

أ‌- اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله ُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ وللهِ الْحَمْدُ
ب‌- اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله ُ، اللَّهُ أَكْبَرُ وللهِ الْحَمْدُ

Keterangan:
Lafadz: “Allahu Akbar” pada takbir Ibn Mas’ud boleh dibaca dua kali atau tiga kali. Semuanya diriwayatkan Ibn Abi Syaibah dalam Al Mushannaf.

Kedua, Takbir Ibn Abbas radliallahu ‘anhuma:

اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، وَلِلَّهِ الْحَمْدُ، اللَّهُ أَكْبَرُ وَأَجَلُّ
اللَّهُ أَكْبَرُ، عَلَى مَا هَدَانَا

Keterangan:
Takbir Ibn Abbas diriwayatkan oleh Al Baihaqi dan sanadnya dishahihkan Syaikh Al Albani.

Ketiga, Takbir Salman Al Farisi radhiyallahu ‘anhu:

اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا

Keterangan: Ibn Hajar mengatakan: Takbir Salman Al Farisi radhiyallahu ‘anhu diriwayatkan oleh Abdur Razaq dalam Al Mushanaf dengan sanad shahih dari Salman.

Catatan Penting

As Shan’ani mengatakan: “Penjelasan tentang lafadz takbir sangat banyak dari berberapa ulama. Ini menunjukkan bahwa perintah bentuk takbir cukup longgar. Disamping ayat yang memerintahkan takbir juga menuntut demikian.”

Maksud perkataan As Shan’ani adalah bahwa lafadz takbir itu longgar, tidak hanya satu atau dua lafadz. Orang boleh milih mana saja yang dia suka. Bahkan sebagian ulama mengucapkan lafadz takbir yang tidak ada keterangan dalam riwayat hadis. Allahu A’lam.

Kebiasaan yang Salah Ketika Takbiran

Ada beberapa kebiasaan yang salah ketika melakukan takbiran di hari raya, diantaranya:

a. Takbir berjamaah di masjid atau di lapangan

Karena takbir yang sunnah itu dilakukan sendiri-sendiri dan tidak dikomando. Sebagaimana disebutkan dalam riwayat Anas bin Malik bahwa para sahabat ketika bersama nabi pada saat bertakbir, ada yang sedang membaca Allahu akbar, ada yang sedang membaca laa ilaaha illa Allah, dan satu sama lain tidak saling menyalahkan… (Musnad Imam Syafi’i 909)

Riwayat ini menunjukkan bahwa takbirnya para sahabat tidak seragam. Karena mereka bertakbir sendiri-sendiri dan tidak berjamaah.

b. Takbir dengan menggunakan pengeras suara

Perlu dipahami bahwa cara melakukan takbir hari raya tidak sama dengan cara melaksanakan adzan. Dalam syariat adzan, seseorang dianjurkan untuk melantangkan suaranya sekeras mungkin. Oleh karena itu, para juru adzan di zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam seperti Bilal, dan Abdullah bin Umi Maktum ketika hendak adzan mereka naik, mencari tempat yang tinggi. Tujuannya adalah agar adzan didengar oleh banyak orang. Namun ketika melakukan takbir hari raya, tidak terdapat satupun riwayat bahwa Bilal naik mencari tempat yang tinggi dalam rangka melakukan takbiran. Akan tetapi, beliau melakukan takbiran di bawah dengan suara keras yang hanya disengar oleh beberapa orang di sekelilingnya saja.

Oleh karena itu, sebaiknya melakukan takbir hari raya tidak sebagaimana adzan. Karena dua syariat ini adalah syariat yang berbeda.

c. Hanya bertakbir setiap selesai shalat berjamaah

Sebagaimana telah dijelaskan bahwa takbiran itu ada dua. Ada yang terikat waktu dan ada yang sifatnya mutlak (tidak terikat waktu). Untuk takbiran yang mutlak sebaiknya tidak dilaksanakan setiap selesai shalat fardlu saja. Tetapi yang sunnah dilakukan setiap saat, kapan saja dan di mana saja.

Ibnul Mulaqin mengatakan: “Takbiran setelah shalat wajib dan yang lainnya, untuk takbiran Idul Fitri maka tidak dianjurkan untuk dilakukan setelah shalat, menurut pendapat yang lebih kuat.” (Al I’lam bi Fawaid Umadatil Ahkam: 4/259)

Amal yang disyariatkan ketika selesai shalat jamaah adalah berdzikir sebagaimana dzikir setelah shalat. Bukan melantunkan takbir. Waktu melantunkan takbir cukup longgar, bisa dilakukan kapanpun selama hari raya. Oleh karena itu, tidak selayaknya menyita waktu yang digunakan untuk berdzikir setelah shalat.

d. Tidak bertakbir ketika di tengah perjalanan menuju lapangan

Sebagaimana riwayat yang telah disebutkan di atas, bahwa takbir yang sunnah itu dilakukan ketika di perjalanan menuju tempat shalat hari raya. Namun sayang sunnah ini hampir hilang, mengingat banyaknya orang yang meninggalkannya.

e. Bertakbir dengan lafadz yang terlalu panjang

Sebagian pemimpin takbir sesekali melantunkan takbir dengan bacaan yang sangat panjang. Berikut lafadznya:

الله أكبر كَبِيرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَلَا نَعْبُدُ إلَّا إيَّاهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ…

Takbiran dengan lafadz yang panjang di atas tidak ada dalilnya. Allahu a’lam.

***

Penulis: Ammi Nur Baits
Artikel www.muslim.or.id

Sumber: https://muslim.or.id/1637-takbiran-hari-raya.html

Jual Beli Rumah Pakai Jasa Agen Properti, Kenapa Tidak?

Oleh Pamella Fricylia

Meski sudah semakin berkembang, masih banyak orang yang ragu untuk menggunakan jasa agen properti. Anda juga salah satunya? Sebenarnya banyak keuntungan menggunakan jasa agen properti. Yuk, ketahui berbagai keuntungannya!

Jauh Lebih Efektif

Apabila dibandingkan dengan menjual dan mencari rumah sendiri, tentu menggunakan jasa agen properti akan jauh lebih praktis. Coba bandingkan dengan menjual rumah sendiri yang jaringannya terbatas. Seorang agen properti tentu memiliki jaringan yang luas, sehingga properti kita akan lebih cepat terjual.

Kemudian untuk membeli rumah, seorang agen properti tentu sudah memiliki daftar properti unggulan. Anda yang ingin membeli properti pun tentunya hanya perlu menyebutkan properti seperti apa yang diinginkan. Tak perlu khawatir karena seorang agen properti akan memberikan pelayanan terbaik dengan mencarikan properti impian Anda.

Lebih Hemat Pengeluaran

Banyak yang berpikir bahwa menggunakan jasa agen properti akan membuat pengeluaran membengkak. Padahal, Anda akan lebih hemat daripada melakukannya sendiri. Kok bisa? Ketika kita memutuskan untuk menjual rumah, tentu kita harus memasang iklan di mana-mana. Berbeda jika kita menggunakan jasa agen properti yang tentunya akan memfasilitasi promosi secara efektif.

Selanjutnya, ketika membeli properti melalui agen properti, maka Anda tidak perlu kesulitan berkeliling mencari properti yang tepat. Anda bisa langsung meminta database milik agen tersebut. Bukan hanya itu, Anda juga akan menghemat pengeluaran untuk bolak-balik mengurus administrasi.

Paham Harga Pasar

Kisaran harga pasar properti memang cukup sulit untuk dipahami, terlebih jika kita tak memiliki pengalaman di bidangnya. Jangan sampai kita menjual properti dengan harga yang terlalu tinggi atau membeli rumah dengan harga yang jauh lebih mahal dari pasaran.

Memasarkan rumah dengan harga yang tepat tentu memberikan kesempatan terjual yang lebih cepat. Meskipun demikian, harganya tentu akan tidak di bawah pasaran. Selanjutnya, saat membeli rumah pun Anda bisa mendapatkan yang sesuai harga pasaran, sehingga menguntungkan untuk dijadikan investasi.

Keamanan Terjamin

Masih ada beberapa orang yang takut memercayakan jasa agen properti, salah satunya karena takut terkena penipuan. Hal semacam ini tentunya lebih dirasakan oleh seseorang yang berniat menjual rumahnya.

Padahal, seorang agen properti tentunya memiliki keahlian dalam mengelola berkas dengan baik. Tak perlu khawatir dengan surat-surat rumah yang dipegang oleh agen properti karena dijamin akan aman. Selain itu, Anda pun tidak perlu memikirkan proses panjangnya.

Masih ragu memercayakan proses jual-beli properti? Hilangkan ragunya dan rasakan berbagai kemudahannya. Nah, kendalanya masih bingung menemukan agen properti yang terpercaya? Jangan bingung, Anda bisa menemukannya Disini.

Property Syariah

ADA APA DENGAN PENGGANTIAN MENDADAK DIREKTUR UTAMA BNI SYARIAH

Inilah tanggapan ringan DPS.

Kemarin pagi dikasih tahu, siangnya serah terima, sorenya langsung perpisahan. Dan hari ini, Direktur Utama yang baru, sudah mulai efektif bekerja. Siapa Dirut BNI Syariah yang diberhentikan mendadak ?

Beliau adalah Bpk. Imam Teguh Saptono, senior saya di IPB. Kebetulan satu group WA di Forum Alumni IPB Pejuang Al Maidah #Spirit212. Sejak dibawah kepemimpinan beliau, BNI Syariah banyak melakukan terobosan, termasuk dalam urusan muamalah. Beberapa diantaranya :

– Menghapuskan denda keterlambatan karena denda financial adalah riba.

– Mengkampanyekan Riba Amnesty

– Pengagas Griya Swakarya dalam akad bisnis property dengan para developer.

– dan beberapa kebijakan lain yang sangat mungkin membuat gerah pihak-pihak tertentu.

Ini pesan beliau kepada rekan-rekan seperjuangan :
"Para sahabat surga, per hari ini amanah sy sbg dirut bnisyariah berakhir. Sebagai konsekuensi logis dr keberpihakan yg tdk mungkin sy hindari dan pungkiri. Semua normal tdk ada yg aneh krn memang bnisy mungkin belum milik ummat. Mohon maaf bila ada kesalahan slm menjabat di bnisy."

======

Saya sebagai penggagas skema Bisnis Property Syariah tanpa bank, menilai pemberhentian mendadak beliau sebagai Dirut BNI Syariah, semakin menunjukkan bahwa bank bukanlah instrumen yang akomodatif terhadap bisnis syariah. Bank tetaplah penopang utama sistem kapitalisme yang rakus, rusak, sesat dan menyesatkan. Bank tidak bisa dengan mudahnya dirubah oleh orang-orang didalamnya, bahkan seorang Dirut sekalipun. Ada kekuatan besar dibelakangnya. Ada para kapitalis dibelakangnya. Ada sistem pengendalinya dibelakangnya.

Ah… sudahlah…
Bagi teman-teman developer yang sudah terlanjur kagum, terkesima, takjub, gumun, heran dengan beberapa perubahan sementara di bank tersebut, kembalilah ke rumah kita, rumah yang akan kita besarkan bersama-sama. Sekaligus rumah yang nanti akan meruntuhkan kecongkakan industri perbankan.

Rumah kita, Rumah DPS* :
#TanpaBank
#TanpaRiba
#TanpaDenda
#TanpaSitaPaksa
#TanpaAsuransi
#TanpaBI_cecking
#TanpaBeaAdministrasi
#TanpaAkadBermasalah

Mari kita perjuangkan…
Membumikan syariah dalam bisnis..
Atau kita binasa dalam memperjuangkannya.

Salam Berkah Berlimpah
Dengan Bisnis Property Syariah
#Spirit212 #Spirit Almaidah 51.
# Spirit rumahmurah212.com

Takbiiiiirrrr….!

Ada apa dengan penggantian mendadak direktur BNI Syariah

Inilah  tanggapan ringan DPS.

Kemarin pagi dikasih tahu, siangnya serah terima, sorenya langsung perpisahan. Dan hari ini, Direktur Utama yang baru, sudah mulai efektif bekerja. Siapa Dirut BNI Syariah yang diberhentikan mendadak ?

Beliau adalah Bpk. Imam Teguh Saptono, senior saya di IPB. Kebetulan satu group WA di Forum Alumni IPB Pejuang Al Maidah #Spirit212. Sejak dibawah kepemimpinan beliau, BNI Syariah banyak melakukan terobosan, termasuk dalam urusan muamalah. Beberapa diantaranya :

– Menghapuskan denda keterlambatan karena denda financial adalah riba.

– Mengkampanyekan Riba Amnesty

– Pengagas Griya Swakarya dalam akad bisnis property dengan para developer.

– dan beberapa kebijakan lain yang sangat mungkin membuat gerah pihak-pihak tertentu.

Ini pesan beliau kepada rekan-rekan seperjuangan :

“Para sahabat surga, per hari ini amanah sy sbg dirut bnisyariah berakhir. Sebagai konsekuensi logis dr keberpihakan yg tdk mungkin sy hindari dan pungkiri. Semua normal tdk ada yg aneh krn memang bnisy mungkin belum milik ummat. Mohon maaf bila ada kesalahan slm menjabat di bnisy.”

 ======

Saya sebagai penggagas skema Bisnis Property Syariah tanpa bank, menilai pemberhentian mendadak beliau sebagai Dirut BNI Syariah, semakin menunjukkan bahwa bank bukanlah instrumen yang akomodatif terhadap bisnis syariah. Bank tetaplah penopang utama sistem kapitalisme yang rakus, rusak, sesat dan menyesatkan. Bank tidak bisa dengan mudahnya dirubah oleh orang-orang didalamnya, bahkan seorang Dirut sekalipun. Ada kekuatan besar dibelakangnya. Ada para kapitalis dibelakangnya. Ada sistem pengendalinya dibelakangnya.

Ah… sudahlah…

Bagi teman-teman developer yang sudah terlanjur kagum, terkesima, takjub, gumun, heran dengan beberapa perubahan sementara di bank tersebut, kembalilah ke rumah kita, rumah yang akan kita besarkan bersama-sama. Sekaligus rumah yang nanti akan meruntuhkan kecongkakan industri perbankan. 

Rumah kita, Rumah DPS* :

#TanpaBank

#TanpaRiba

#TanpaDenda

#TanpaSitaPaksa

#TanpaAsuransi

#TanpaBI_cecking

#TanpaBeaAdministrasi

#TanpaAkadBermasalah

Mari kita perjuangkan…

Membumikan syariah dalam bisnis..

Atau kita binasa dalam memperjuangkannya.

Salam Berkah Berlimpah

Dengan Bisnis Property Syariah

#Spirit212 #Spirit Almaidah 51.

# Spirit rumahmurah212.com

Takbiiiiirrrr….!