Nyaman dan Berkah

Tahukah anda?

Bahwa setiap Orang Pasti menginginkan rumah yang Nyaman, Aman, Tentram dan penuh kebahagiaan. Betul kan?? Atau yang bisa kita sebut dengan baiti jannati “Rumahku Surgaku”

Nah.. Mudah-mudahan andalah orangnya yg bisa mewujudkan Rumah yg seperti itu.
Mewujudkan Rumah Aman, Nyaman, Tentram dan Penuh Kebahagiaan.. Ya Rumahku Syurgaku.

Bagaimana ya?? Kira2 kita bisa mewujudkan rumah tersebut??.

Begini, segala sesuatu yang ada didunia ini semuanya datang dari Allah swt,maka apa yg kita inginkan? Ya tadi Rumah yg Aman, Nyaman, Tentram, dan penuh kebahagiaan.

Bagaimana caranya??
Kini sudah alhamdulillah sudah ada properti 100% syariah,
Tanpa Denda
Tanpa Bunga
Tanpa Sita
Tanpa Tanpa Akad Bathil
Tanpa Ribet.

InsyaAllah.. RUMAH Itu anda miliki, maka Hadir lah Rumah yg aman, nyaman, Tentram dan kebahagiaan. Aamiin

Miliki Rumah dengan Konsep Syariah Sekarang juga.

Bagi yang berminat memiliki hunian dengan konsep syariah serta mendapat kan penawaran menarik bisa mengisi form berikut:

https://goo.gl/forms/lMoEH2hYYzGbkSMz2

Insyaallah kami akan membantu sepenuhnya.

View on Path

Iklan

Polemik Wanita Menyetir di Kerajaan Saudi Arabia

Polemik Wanita Menyetir di Kerajaan Saudi Arabia

Seorang wanita Saudi yang menentang larangan mengemudi di kerajaan tersebut, terluka dan temannya tewas ketika mobil yang mereka kendarai terbalik di utara provinsi Hael, seorang juru bicara polisi mengatakan pada hari Senin kemarin (23/1). Lanjutkan membaca “Polemik Wanita Menyetir di Kerajaan Saudi Arabia”

BERBAHAGIALAH MEREKA YANG TAK POPULER.

BERBAHAGIALAH MEREKA YANG TAK POPULER.

Hatimu mungkin akan berbunga-bunga,
Saat tiba-tiba di sebuah sudut jalan,
Seorang atau beberapa orang menegurmu.
Engkau tak mengenal mereka.
Tapi –Allah mengujimu-ternyata mereka mengenalmu.
“Ustadz, kami biasa mengikuti pengajiannya…”
“Wajah Ustadz sering kami lihat di TV dan Youtube…”.

Alhamdulillah ‘ala kulli haal.
Dakwah tersebar ke penjuru negeri.
Sunnah semakin dipahami.
Semakin banyak orang senang dengan kebaikan.
Tapi…

Tapi bagaimana dengan DIRI ini?
Bagaimana dengan JIWA ini?
Bagaimana NASIB hati yang lemah ini?
Hati yang rapuh pada pujian.
Hati yang gemeretak pada sanjungan.
Duhai Rabbi,
Karuniakan keikhlasan tak habis-habisnya pada hamba yang ringkih ini…

Yahya bin Ma’in pernah bertutur:
“Aku tak pernah melihat seperti Ahmad bin Hanbal.
Kami menyertainya selama 50 tahun, namun tak pernah sekalipun
Ia membanggakan kesalehan dan kebaikannya kepada kami.
Beliau –rahimahullah-biasa mengatakan:
‘Kita ini adalah kaum yang miskin (baca: payah)’.”

Para ulama hadits menuturkan:
“Kami pernah melihat Imam Ahmad
pergi ke Pasar Baghdad untuk membeli seikat kayu bakar.
Beliau lalu memanggulnya di atas pundaknya.
Tapi ketika orang-orang mengenalinya,
Para pemilik dagangan meninggalkan dagangan mereka.
Para pemilik kedai meninggalkan kedai mereka.
Para pejalan kaki berhenti di jalan-jalan mereka,
untuk menyalaminya.
Mereka mengatakan: “Biar kami yang membawakan kayu Anda!”
Namun beliau menepiskan tangannya.
Wajahnya memerah sedih.
Lalu air matanya menetes, sembari berucap:
‘Kita ini adalah kaum yang miskin.
Andai saja Allah tak menutupi aib ini,
maka semuanya akan terbongkar’.”

Suatu waktu, seorang pria datang memujinya.
Namun Imam Ahmad mengatakan padanya:
“Aku bersaksi kepada Allah,
Sungguh aku mengecammu atas ucapan itu.
Demi Allah, andai engkau tahu dosa dan kesalahanku,
engkau akan melumuri kepalaku dengan tanah.”

Di kesempatan lain, beliau berucap:
“Duhai, andai saja aku tak kenal dengan popularitas.
Andai saja aku hidup di salah satu lembah Mekkah,
agar tidak ada lagi manusia yang mengenaliku.”
(Hilyah al-Auliya’, 9/181)

Maka berlarilah dengan hatimu dari kemasyhuran,
Meski engkau terpaksa menjadi masyhur.
Berlarilah menjauh dari popularitas,
Meski engkau terpaksa menjadi sosok yang populis.
Berlarilah di sepertiga akhir malam…
Berlarilah di khalwat-khalwatmu…
Berlarilah sambil menggumamkan istighfar tanpa putus
Berlarilah sambil mohon keteguhan jiwa,
agar selalu ikhlas dan ikhlas.

Ya Allah, ampuni hamba atas segala ketidakikhlasan
yang menyelusup dalam jiwa ini…

Akhukum wa Muhibbukum fiLlah,
Muhammad Ihsan Zainuddin

View on Path