MENGIKUTI KEBANYAKAN ORANG !

avatar“Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah).”

[QS. al-An’am/6 : 116]

★★★★★★★★★★

Hanya karena kedangkalan ilmu agama maka manusia banyak tertipu oleh kelompok mayoritas, padahal jika manusia mengetahui tabiat manusia yang jelek pasti mereka menyesal mengikuti mereka. Barangsiapa ingin selamat dari makar mereka, simaklah pembahasan berikut:

Makna Ayat Secara Umum  Lanjutkan membaca “MENGIKUTI KEBANYAKAN ORANG !”

Iklan

Macam-macam Jual Beli

cara-cepat-menjual-rumah-1

Jual Beli.

Oleh
Syaikh Abdul Azhim bin Badawi al-Khalafi

Macam-Macam Jual Beli Yang Dilarang Syari’at
1. Bai’ul Gharar
Yaitu semua jual beli yang mengandung unsur jahalah (ketidak-jelasan) atau mengandung unsur mengadu peruntungan atau judi.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu ia berkata:

نَهَى رَسُولُ اللهِصَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ بَيْعِ الْحَصَاةِ وَعَنْ بَيْعِ الْغَرَرِ.

“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang bai’ul hashaat dan bai’ul gharar (menjual barang yang ada unsur penipuan)” [14]

Al-Imam an-Nawawi rahimahullah Lanjutkan membaca “Macam-macam Jual Beli”

Siapa Menanggung Dosa Riba

Nasabah Bank Ribawi Juga Ikut Menanggung Dosa

Pertanyaan

Saya berutang kepada seorang teman senilai Rp 100.000,- dengan perjanjian sebulan kemudian dikembalikan sebesar Rp 150.000,-. Ketika jatuh tempo tiba, saya berusaha hanya mengembalikan Rp 100.000,- saja, tapi dia ngotot minta tambahan sebesar 50 ribu.

Apa status hukum tambahan tersebut?

Jika itu riba, apakah saya berdosa karenanya?

Bagaimanakah cara untuk membersihkan diri dari uang utangan riba, mengingat uang utangan tersebut telah bercampur dengan harta saya yang lain?

Apa yang harus aku lakukan?

Jawaban:

Allah mengharamkan riba dan memberi Lanjutkan membaca “Siapa Menanggung Dosa Riba”

Hasanah City,

Seandainya Beli Rumah Seringan Balon Udara

Mungkinkah?

Saya saat ini masih merasakan keinginan besar untuk mendapatkan rumah idaman untuk istri dan anak-anak. Sedikitnya iri karena melihat teman yang sebaya mulai memiliki tempat tinggal dan tidak lagi menjadi kontraktor seperti saya.

Mencari-cari dan berselancar di dunia internet ternyata harga rumah semakin meningkat tanpa saya inginkan hal itu. Saat ini saya tersadar sekali bahwa langkah saya harus cepat dalam mengambil rumah.

Dimanapun lokasinya yang terpenting saya bisa memiliki rumah yang bisa dihuni oleh keluarga tercinta. Ada memang pemikiran lokasi, namun yang terpenting adalah pembelian rumah dengan metode yang ringan layaknya balon udara.

Berpikir keras dan bekerja keras setiap Lanjutkan membaca “Hasanah City,”

Ar Rayyan Agency, Bojong Gede

Bismillahirrohmanirrohim…
Assalamu’alaikum Wr. Wb.

SEGERA HADIR PRE LAUNCHING PERUMAHAN SYARIAH DI BOJONGGEDE – BOGOR

Persembahan Hasanah Land Group

Insya Allah dengan mengisi Formulir ini akan semakin memudahkan Kami dalam rangka membantu kebutuhan Bapak/Ibu semua untuk memiliki hunian yang nyaman dengan lingkungan Islami yang bisa menghantarkan ke Surga. Karena konsep yang kami tawarkan 100% Syariah, yaitu:

# Tanpa Riba
# Tanpa Pembiayaan Bank
# Tanpa Denda
# Tanpa Sita, Lelang, dan Pinalti
# Tanpa Akad Bathil
# Tanpa BI Checking
# Tanpa Bunga
# Lebih Tentram Dunia Akhirat

Sebelumnya, jawablah pertanyaan berikut : Lanjutkan membaca “Ar Rayyan Agency, Bojong Gede”

Polemik Wanita Menyetir di Kerajaan Saudi Arabia

Polemik Wanita Menyetir di Kerajaan Saudi Arabia

Seorang wanita Saudi yang menentang larangan mengemudi di kerajaan tersebut, terluka dan temannya tewas ketika mobil yang mereka kendarai terbalik di utara provinsi Hael, seorang juru bicara polisi mengatakan pada hari Senin kemarin (23/1). Lanjutkan membaca “Polemik Wanita Menyetir di Kerajaan Saudi Arabia”

Tanya Jawab:Hukum Jual Beli untuk Kepentingan Natal

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Saya punya usaha advertising. Beberapa hari yang lalu saya kedatangan konsumen dari aktifis gereja yang hendak memesan spanduk, backdroop, dan mug/souvenir dll untuk kebutuhan natal, sudah saya kasih harga, namun belum deal. Mohon saran dan masukannya tentang transaksi tersebut ditinjau dari hukum syariah. Atas responnya saya ucapkan Jazakumullah khairan, ustadz.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Andi Gunawan

Jawaban:

Wa’alaikumussalam.

Alhamdulillah, sholawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya.

Saudara Andi, semoga Allah subhanahu wa ta’ala melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada saudara dan keluarga. Berhubung pertanyaan saudara ini serupa dengan pertanyaan lainnya, maka saya cukup mengirimklan ulang jawaban pertanyaan tersebut:

Permasalahan yang saudara tanyakan pernah ditanyakan kepada Anggota Tetap Komite Fatwa Kerajaan Saudi Arabia. Karena itu, saya cukup menerjemahkan fatwa tersebut:

الفتوى رقم 19852:

>س: الرجاء من سماحتكم إفتاءنا في حكم بيع البناطيل الضيقة النسائية بأنواعها، وما يسمى منها بالجنز، والاسترتش، إضافة إلى الأطقم التي تتكون من بناطيل + بلايز، إضافة إلى بيع الجزم النسائية ذات الكعب العالية، إضافة إلى بيع صبغات الشعر بأنواعها وألوانها المختلفة، خصوصًا ما يخص النساء، إضافة إلى بيع الملابس النسائية الشفافة، أو ما يسمى بالشيفون، إضافة إلى الفساتين النسائية ذات نصف كم، والقصير منها، والتنانير النسائية القصيرة.
كل ما يستعمل على وجه محرم، أو يغلب على الظن ذلك؛ فإنه يحرم تصنيعه واستيراده، وبيعه. وترويجه بين المسلمين، ومن ذلك ما وقع فيه كثير من نساء اليوم هداهن الله إلى الصواب: من لبس الملابس الشفافة، والضيقة والقصيرة، ويجمع ذلك كله: إظهار المفاتن والزينة، وتحديد أعضاء المرأة أمام الرجال الأجانب، قال شيخ الإسلام ابن تيمية رحمه الله تعالى: كل لباس يغلب على الظن أنه يستعان بلبسه على معصية؛ فلا يجوز بيعه وخياطته لمن يستعين به على المعصية والظلم، ولهذا كره بيع الخبز واللحم لمن يعلم أنه يشرب عليه الخمر، وبيع الرياحين لمن يعلم أنه يستعين بها على الخمر والفاحشة، وكذلك كل مباح في الأصل علم أنه يستعان به على معصية.
فالواجب على كل تاجر مسلم تقوى الله عز وجل، والنصح لإخوانه المسلمين، فلا يصنع ولا يبيع إلا ما فيه خير ونفع لهم، ويترك ما فيه شر وضرر عليهم، وفي الحلال غنية عن الحرام، وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا . وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ . الطلاق 2-3
، وهذا النصح هو مقتضى الإيمان، قال الله تعالى: وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ التوبة 71
وقال عليه الصلاة والسلام: الدين النصيحة، قيل: لمن يا رسول الله؟ قال: “لله ولكتابه ولرسوله ولأئمة المسلمين وعامتهم ، خرجه مسلم في صحيحه وقال جرير بن عبد الله البجلي رضي الله عنه: بايعت رسول الله صلى الله عليه وسلم على إقام الصلاة وإيتاء الزكاة، والنصح لكل مسلم . متفق على صحته ومراد شيخ الإسلام رحمه الله بقوله فيما تقدم:.. ولهذا كره بيع الخبز واللحم لمن يعلم أنه يشرب عليه الخمر.. إلخ كراهة تحريم كما يعلم ذلك من فتاواه في مواضع أخرى.
وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم.
اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء

Fatwa No: 19852

[Pertanyaan]

Kami mohon fatwa dari yang terhormat tentang hukum menjual-belikan celana ketat dengan berbagai jenisnya, di antaranya yang disebut dengan celana jeans, stelan yang terdiri dari celana dan blus, sepatu wanita berhak tinggi, cat rambut dengan aneka jenis dan warnanya, terutama yang biasa dipakai oleh kaum wanita, pakaian wanita yang transparan, atau yang disebut dengan sifon, gaun wanita dengan lengan pendek, dan rok ukuran 2/3 atau mini?

[Jawaban]
Segala hal yang digunakan, atau diduga kuat akan dalam perbuatan haram, maka haram untuk diproduksi, didatangkan, dijual-belikan, dan dipasarkan ditengah-tengah umat islam. Diantaranya ialah berbagai barang yang banyak menyebar di kalangan kaum wanita muslimah –semoga Allah melimpahkan hidayah kepada mereka- berupa: pakaian transparan, sempit dan pendek, atau segala pakaian yang dapat menonjolkan kecantikan, keindahan dan lekak-lekuk tubuh wanita di hadapan para lelaki non mahrom.

Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata: Setiap pakaian yang diduga kuat akan dikenakan untuk melakukan tindak kemaksiatan, maka anda tidak boleh menjual, atau membuatkannya untuk orang yang akan mengenakannya dalam kemaksiatan dan perbuatan kezhaliman. Oleh karena itu dibenci menjual roti, dan daging kepada orang yang diketahui akan menjadikannya sebagai hidangan penyerta acara minum khamer, atau menjual wewangian kepada orang yang akan menjadikannya sebagai pelengkap acara minum khamer atau perzinaan. Demikian juga halnya setiap barang yang pada asalnya mubah diperjual belikan bila digunakan sebagai penunjang kemaksiatan.

Setiap pengusaha muslim memiliki kewajiban untuk senantiasa bertakwa kepada Allah azza wa jalla, dengan menjalankan syari’at nasehat-menasehati sesama muslim. Dengan demikian ia tidaklah memproduksi atau memasarkan kecuali barang-brang yang mendatangkan kemanfaatan dan kebaikan bagi umat Islam. Sebagaimana sudah sepantasnya bila seorang pengusaha muslim menjauhi setiap barang yang mendatangkan kejelekan dan kerusakan pada mereka. Ketahuilah bahwa rizki dan usaha yang halal terlalu banyak jumlahnya bila dibandingkan dengan yang haram.

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا . وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ . الطلاق 2-3

“Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” (Qs. At Thalaq: 2-3)

Perlu diketahui bahwa kewajiban nasehat-menasehati ini merupakan bukti akan keimanan anda. Allah Ta’ala berfirman:

وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ

“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong sebagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar.” (Qs. At Taubah: 71)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

الدِّينُ النَّصِيحَةُ. قيل لِمَنْ يا رسول الله؟ قَالَ: لِلَّهِ وَلِكِتَابِهِ وَلِرَسُولِهِ وَلأَئِمَّةِ الْمُسْلِمِينَ وَعَامَّتِهِمْ. مسلم

“Agama itu adalah nasehat.” Dikatakan kepada beliau: “Nasehat untuk siapa, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Nasehat untuk Allah, Rasul-Nya, para pemimpin dan seluruh lapisan masyarakat Islam.” (Riwayat Muslim)

Sahabat jabir bin Abdillah Al Bajali radhiallahu ‘anhu mengisahkan: “Aku pernah membai’at (berjanji setia) kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk senantiasa mendirikan sholat, membayar zakat dan memberi nasehat kepada setiap orang Islam.” (Muttafaqun ‘alaih)

Dan yang dimaksudkan oleh Syeikhul Islam rahimahullah dari ucapannya di atas bahwa: “Oleh karena itu dibenci menjual roti, dan daging kepada orang yang diketahui akan menjadikannya sebagai hidangan penyerta acara minum khamer….” adalah dibenci yang bermaknakan haram, sebagaimana hal ini dapat diketahui dari berbagai fatwa beliau lainnya.

Semoga Allah senantiasa melimpahkan taufiq kepada anda. Sholawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada Nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya.

Anggota Tetap Komite Urusan Riset Ilmiah dan Fatwa.

Ketua: Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz
Anggota: Baker Abu Zaid.
Anggota: Shaleh Fauzan.
Anggota: Abdul Aziz Alus Syeikh.

***

Demikianlah fatwa Anggota Tetap Komite Urusan Risetn Ilmiyah dan Fatwa Kerajaan Saudi Arabia.

Saudaraku! Saya yakin anda mengetahui bahwa betapa besar peranan para pedagang dalam menentukan arah mode dan selera masyarakat. Betapa para perancang model dan perusahaan besar begitu mudah mengatur selera dan mode. Mereka tidak tanggung-tanggung untuk membayar mahal beberapa orang artis, atau peragawati untuk memeragakan hasil desain mereka. Trik para perancang model itu sampai-sampai menjadikan masyarakat luas senantiasa antusias mengikuti dan menghadiri acara peragaan dan kemudian membeli hasil produk mereka dengan harga mahal.

Sebagaimana berbagai iklan yang membanjiri masyarakat melalui mass media telah memainkan peranan besar dalam menentukan arah selera masyarakat.

Oleh karena itu, saudara-saudaraku sekalian, para pengusaha muslim, memiliki tangguh jawab yang tidak ringan untuk membuktikan peranan dan pengaruhnya pada masyarakat kita. Produksi, pasarkan, dan sosialisasikanlah barang-barang yang tidak bertentangan dengan syari’at agama anda. Bangunlah jaringan, baik dari kalangan pengusaha atau masyarakat luas yang menjadi konsumen atau pelanggan anda. Manfaatkanlah berbagai sarana: internet, radio, majalah, televisi, dan lainya untuk mempengaruhi opini masyarakat agar mereka sadar akan wajibnya mengindahkan syari’at agama dalam setiap barang kebutuhan mereka.

Tidakkah hati saudara merasakan pilu menyaksikan umat saudara dirusak agama dan harta bendanya oleh orang kafir atau orang fasik yang memproduksi barang haram?

Saudara Andi! Coba bayangkan, andai dikarenakan spanduk, backdroop, dan mug/souvenir yang saudara jual kepada orang nasrani, kemudian tetangga, atau mungkin istri, keluarga dan kerabat saudara menjadi tertarik untuk masuk ke agama Nasrani, bagaimana kira-kira perasaan saudara? Saya yakin saudara Andi tidak rela hal itu terjadi. Oleh karena itu, saya yakin Anda adalah seorang muslim yang beriman dan bertakwa, oleh karenanya saya yakin saudara merasa memiliki tanggung jawab moral di hadapan Allah untuk turut menjaga keselamatan agama masyarakat dari ulah orang-orang kafir dan fasik.

Semoga Allah Ta’ala memudahkan usaha dan melapangkan pintu rizki saudara. Wallahu a’alam bisshowab.

Penulis: Ustadz Muhammad Arifin Badri, M.A.
Sumber: http://www.pengusahamuslim.com dan dipublikasikan kembali oleh
https://abuafifahassalafy.wordpress.com

Macam-macam Jual Beli

Jual Beli.

Oleh
Syaikh Abdul Azhim bin Badawi al-Khalafi

Macam-Macam Jual Beli Yang Dilarang Syari’at
1. Bai’ul Gharar
Yaitu semua jual beli yang mengandung unsur jahalah (ketidak-jelasan) atau mengandung unsur mengadu peruntungan atau judi.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu ia berkata:

نَهَى رَسُولُ اللهِصَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ بَيْعِ الْحَصَاةِ وَعَنْ بَيْعِ الْغَرَرِ.

“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang bai’ul hashaat dan bai’ul gharar (menjual barang yang ada unsur penipuan)” [14]

Al-Imam an-Nawawi rahimahullah Lanjutkan membaca “Macam-macam Jual Beli”

Kitab Jual Beli

KITAB JUAL BELI

Oleh
Syaikh Abdul Azhim bin Badawi al-Khalafi

Definisi Jual Beli
Al-buyu’ adalah bentuk jamak dari bai’u, dan dijamak karena banyak macamnya.

Sedangkan bai’u yaitu memindahkan kepemilikan kepada orang lain dengan harga. Adapun syira adalah menerima bai’i tersebut. Dan setiap dari keduanya digunakan untuk menamai yang lainnya.

Pensyari’atan Jual Beli
Allah Ta’ala berfirman:

وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا

“Dan Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.” [Al-Baqarah: 275]

Juga berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُم بَيْنَكُم بِالْبَاطِلِ إِلَّا أَن تَكُونَ تِجَارَةً عَن تَرَاضٍ مِّنكُمْ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang bathil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka di antara kamu.” [An-Nisaa’: 29)]

Dari Hakim bin Hizam Radhiyallahu ‘anhu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:

اَلْبَيِّعَانِ بِالْخِيَارِ مَا لَمْ يَتَفَرَّقَا.

“Al-Bayyi’an (penjual dan pembeli) memiliki hak khiyar (memilih untuk melanjutkan jual beli atau membatalkannya) selama keduanya belum berpisah.” [1]

Kaum muslimin telah berijma’ akan bolehnya jual beli, dan hikmah juga mengharuskan adanya jual beli, karena hajat manusia banyak bergantung dengan apa yang dimiliki oleh orang lain (namun) terkadang orang tersebut tidak memberikan kepadanya, sehingga dalam pensyari’atan jual beli terdapat wasilah (perantara) untuk sampai kepada tujuan tanpa memberatkan. [2]

Anjuran Bekerja
Dari Miqdam Radhiyallahu anhu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:

مَا أَكَلَ أَحَدٌ طَعَامًا قَطُّ خَيْرًا مِنْ أَنْ يَأْكُلَ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ وَإِنَّ نَبِيَّ اللهِ دَاوُدَ q كَانَ يَأْكُلُ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ.

“Tidaklah seseorang memakan makanan sedikit pun yang lebih baik dari memakan hasil kerjanya sendiri, karena sesungguhnya Nabiyullaah, Dawud Aliahissallam dahulu makan dari hasil kerjanya sendiri.” [3]

Dan dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu ia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

َلأَنْ يَحْتَطِبَ أَحَدُكُمْ حُزْمَةً عَلَى ظَهْرِهِ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَسْأَلَ أَحَدًا فَيُعْطِيَهُ أَوْ يَمْنَعَهُ.

“Sungguh, seseorang di antara kalian mengumpulkan seikat kayu bakar yang ia panggul di atas punggungnya (untuk dijual) adalah lebih baik baginya dari pada meminta-minta kepada orang lain, entah diberi atau ditolak.’” [4]

Kekayaan bagi Orang Yang Bertakwa
Dari Muadz bin ‘Abdillah bin Khubaib, dari ayahnya, dari pamannya Radhiyallahu anhum, ia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لاَ بَأْسَ بِالْغِنَى لِمَنِ اتَّقَى وَالصِّحَّةُ لِمَنِ اتَّقَى خَيْرٌ مِنَ الْغِنَى وَطِيبُ النَّفْسِ مِنَ النَّعِيمِ.

“Tidak mengapa kekayaan bagi orang yang bertakwa. Dan kesehatan bagi orang yang bertakwa lebih baik dari pada kekayaan, dan jiwa yang baik termasuk nikmat.’” [5]

Anjuran Sederhana Dalam Mencari Penghidupan
Dari Jabir bin ‘Abdillah Radhiyallahu anhuma, ia berkata, “Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا اللهَ وَأَجْمِلُوا فِي الطَّلَبِ، فَإِنَّ نَفْسًا لَنْ تَمُوتَ حَتَّى تَسْتَوْفِيَ رِزْقَهَا، وَإِنْ أَبْطَأَ عَنْهَا فَاتَّقُوا اللهَ وَأَجْمِلُوا فِي الطَّلَبِ خُذُوا مَا حَلَّ وَدَعُوا مَا حَرُمَ.

“Wahai manusia, bertakwalah kepada Allah dan berbuat baiklah dalam memohon, karena sesungguhnya suatu jiwa tidak akan mati sehingga dipenuhi rizkinya walaupun lambat datangnya, maka bertakwalah kepada Allah dan berbuat baiklah dalam memohon. Ambillah yang halal dan tinggalkan yang
haram.” [6]

Anjuran Berbuat Jujur Dan Ancaman Berdusta
Dari Hakim bin Hizam Radhiyallahu ‘anhu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda:

اَلْبَيِّعَانِ بِالْخِيَارِ مَا لَمْ يَتَفَرَّقَا، أَوْ قَالَ: حَتَّى يَتَفَرَّقَا، فَإِنْ صَدَقَا وَبَيَّنَا بُوْرِكَ لَهُمَا فِي بَيْعِهِمَا، وَإِنْ كَتَمَا وَكَذَبَا مُحِقَتْ بَرَكَةُ بَيْعِهِمَا.

“Penjual dan pembeli memiliki hak khiyar selama keduanya belum berpisah (atau beliau bersabda, ‘Hingga keduanya ber-pisah’), apabila keduanya berbuat jujur dan menjelaskan (keadaan dagangannya), maka akan diberkahi dalam jual belinya, (namun) apabila menutup-nutupinya dan berdusta, maka akan dihapus keberkahan jual belinya.” [7]

Dari ‘Uqbah bin ‘Amir, ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

اَلْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لاَ يَحِلُّ لِمُسْلِمٍ بَاعَ مِنْ أَخِيهِ بَيْعًا فِيهِ عَيْبٌ إِلاَّ بَيَّنَهُ لَهُ.

“Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain. Tidak halal bagi seorang muslim untuk menjual kepada saudaranya barang dagangan yang terdapat aib padanya kecuali ia menjelaskannya” [8]

Anjuran Mempermudah Dan Murah Hati Dalam Jual Beli
Dari Jabir bin ‘Abdillah Rdhiyallahu ‘anhum bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

رَحِمَ اللهُ رَجُلاً سَمْحًا إِذَا بَاعَ وَإِذَا اشْتَرَى وَإِذَا اقْتَضَى.

“Semoga Allah merahmati seseorang yang murah hati apabila menjual, apabila membeli serta apabila menuntut” [9]

Keutamaan Memberi Tempo kepada Orang yang Kesulitan Membayar Hutang
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:

كَانَ تَاجِرٌ يُدَايِنُ النَّاسَ، فَإِذَا رَأَى مُعْسِرًا قَالَ لِفِتْيَانِهِ: تَجَاوَزُوْا عَنْهُ لَعَلَّ اللهَ أَنْ يَتَجَاوَزَ عَنَّا، فَتَجَاوَزَ اللهُ عَنْهُ.

“Dahulu ada seorang pedagang yang sering memberi hutang kepada manusia, apabila ia melihat orang yang kesulitan membayar hutangnya (mu’-sir) maka ia berkata kepada para pembantunya, ‘Maafkanlah ia, semoga Allah memaafkan (kesalahan-kesalahan) kita.’ Maka, Allah pun memaafkan (mengampuni) kesalahan-kesalahannya.” [10]

Larangan Menipu
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:

مَرَّ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِرَجُلٍ يَبِيعُ طَعَامًا، فَأَدْخَلَ يَدَهُ فِيهِ فَإِذَا هُوَ مَغْشُوشٌ فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: لَيْسَ مِنَّا مَنْ غَشَّ.

“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melewati seseorang yang menjual makanan, lalu beliau memasukkan tangannya ke dalamnya, ternyata ia menipu, maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Orang yang menipu (berbuat curang) bukan dari golongan kami.’”[11]

Anjuran Berpagi-pagi Dalam Mencari Rizki
Dari Shakhr al-Ghamidi Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

اَللّهُمَّ بَارِكْ ِلأُمَّتِي فِي بُكُورِهَا.

‘Ya Allah, berkahilah umatku di waktu paginya.’” [12]

Do’a Ketika Masuk Pasar
Dari Salim bin ‘Abdillah bin ‘Umar, dari ayahnya, dari kakeknya Radhiyallahu anhum, ia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salalm bersabda, “Barangsiapa ketika masuk pasar membaca:

لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيتُ، وَهُوَ حَيٌّ لاَ يَمُوتُ بِيَدِهِ الْخَيْرُ كُلُّهُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ.

‘Tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, milik-Nya kerajaan dan milik-Nya segala pujian, Dia yang menghidupkan dan mematikan, Dia Mahahidup dan tidak mati, segala kebaikan berada dalam tangan-Nya, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.’

Niscaya Allah akan menuliskan satu juta kebaikan baginya dan menghapus satu juta kesalahannya dan Dia akan membangun rumah untuknya di Surga.” [13]

Allah Telah Menghalalkan Jual Beli
Hukum asalnya adalah boleh menjual apa saja dan dengan cara bagaimanapun jual beli tersebut selama dilakukan dengan saling suka sama suka antara penjual dan pembeli selama tidak dilarang oleh syari’at.

[Disalin dari kitab Al-Wajiiz fii Fiqhis Sunnah wal Kitaabil Aziiz, Penulis Syaikh Abdul Azhim bin Badawai al-Khalafi, Edisi Indonesia Panduan Fiqih Lengkap, Penerjemah Team Tashfiyah LIPIA – Jakarta, Penerbit Pustaka Ibnu Katsir, Cetakan Pertama Ramadhan 1428 – September 2007M]
_______
Footnote
[1]. Muttafaq ‘alaih: Shahiih al-Bukhari (IX/328, no. 2110), Shahiih Muslim (III/ 1164, no. 1532), Sunan Abi Dawud (IX/330, no. 3442), Sunan at-Tirmidzi (II/359, no. 1264), Sunan an-Nasa-i (VII/244).
[2]. Fat-hul Baari (IV/287)
[3]. Shahih: [Shahiih al-Jaami’ish Shaghiir (no. 5546)], Shahiih al-Bukhari (IV/303, no. 2072).
[4]. Shahih: [Shahiih al-Jaami’ish Shaghiir (no. 7069)], Shahiih al-Bukhari (IV/303, no. 2074), Sunan at-Tirmidzi (II/94, no. 675), Sunan an-Nasa-i (V/96).
[5]. Shahih: [Shahiih Sunan Ibni Majah (no. 1741)], Sunan Ibni Majah (II/724, no. 2141).
[6]. Shahih: [Shahiih Sunan Ibni Majah (no. 1743)], Sunan Ibni Majah (II/725, no. 2144).
[7]. Telah disebutkan takhrijnya.
[8]. Shahih: [Shahiih al-Jaami’ish Shaghiir (no. 6705)], Sunan Ibni Majah (II/755, no. 2246).
[9]. Shahih: [Shahiih al-Jaami’ish Shaghiir (no. 4454)], Shahiih al-Bukhari (IV/206, no. 2076).
[10]. Shahih: [Shahiih al-Jaami’ish Shaghiir (no. 3495)], Shahiih al-Bukhari (IV/308, no. 2078).
[11]. Shahih: [Irwaa-ul Ghaliil (no. 1319), Shahiih Sunan Ibni Majah (no. 1809)], Sunan Ibni Majah (II/752, no. 2236), Sunan at-Tirmidzi (II/343, no. 1230), Sunan Abi Dawud (VII/265, no. 2589), Sunan at-Tirmidzi (II/389, no. 1329), Shahiih Muslim (I/99, no. 102).
[12]. Shahih: [Shahiih Sunan Ibni Majah (no. 1818)], Sunan Ibni Majah (II/752, no. 2236), Sunan at-Tirmidzi (II/343, no. 1230), Sunan Abi Dawud (VII/265, no. 2589), dan sabda beliau: “fii bukuurihaa (di waktu paginya),” maksudnya pada apa yang mereka bawa pada awal hari.
[13]. Hasan: [Shahiih Sunan Ibni Majah (no. 1817)], Sunan Ibni Majah (II/752, no. 2235

Sumber: https://almanhaj.or.id/2821-kitab-jual-beli-1.html

View on Path