Duhai Wanita

jilbag gaul dan jilbab syar'i
jilbag gaul versus jilbab syar’i

Sebagai Wanita, kadang aku tidak mengerti dengan makhluk bernama wanita. Ada berjuta warna tentang wanita. Ada wanita yang amat menjaga kehormatannya, setengah hati menjaga dan ada pula yang menjual kehormatan tanpa harga. Ada wanita yang merasa amat terhina saat dipandang sedemikian rupa oleh lelaki, ada yang biasa saja, bahkan ada yang senang dan bangga.

Dari cara berpakaian pun ketahuan, mana wanita yang menghargai dirinya sendiri, mana yang tidak. Wanita yang menutup seluruh badannya kecuali muka dan telapak tangan dengan pakaian longgar tentu sangat berbeda dengan mereka yang menutup seluruh auratnya dengan kain transparan dan ketat membentuk tubuh. Amat berbeda juga dengan yang membiarkan bagian tubuhnya terbuka dan terlihat.

Duhai wanita, benar-benar aku tak mengerti. Bukankah telah datang padamu pengetahuan tentang cara berpakaian yang datangnya dari Sang Pencipta? Di zaman sekarang rasanya tak mungkin engkau tak tahu. Bukankah pengajian dan majelis taklim pun bertebaran di sekitarmu? Di masjid, mushola, rumah tetangga, televisi, radio, koran, majalah dan masih banyak sumber informasi lainnya. Bukankah saat engkau keluar rumah, amat mudah dijumpai wanita yang menutup aurat dengan benar? Tak pernahkah engkau berpikir dan bertanya-tanya dalam hatimu, mengapa mereka seperti itu dan engkau tidak? Bukankah engkau dan ia sama-sama wanita? Sama-sama memiliki keindahan kulit dan tubuh yang menarik bagi lawan jenis. Lanjutkan membaca “Duhai Wanita”

Iklan

Haramnya Mengucapkan “Selamat Natal”

haram_mengucapkan_natalSudah sering kita mendengar ucapan semacam ini menjelang perayaan Natal yang dilaksanakan oleh orang Nashrani. Mengenai dibolehkannya mengucapkan selamat natal ataukah tidak kepada orang Nashrani, sebagian kaum muslimin masih kabur mengenai hal ini. Sebagian di antara mereka dikaburkan oleh pemikiran sebagian orang yang dikatakan pintar (baca : cendekiawan), sehingga mereka menganggap bahwa mengucapkan selamat natal kepada orang Nashrani tidaklah mengapa (alias ‘boleh-boleh saja’). Bahkan sebagian orang pintar tadi mengatakan bahwa hal ini diperintahkan atau dianjurkan. Lanjutkan membaca “Haramnya Mengucapkan “Selamat Natal””

MENGIKUTI KEBANYAKAN ORANG !

avatar“Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah).”

[QS. al-An’am/6 : 116]

★★★★★★★★★★

Hanya karena kedangkalan ilmu agama maka manusia banyak tertipu oleh kelompok mayoritas, padahal jika manusia mengetahui tabiat manusia yang jelek pasti mereka menyesal mengikuti mereka. Barangsiapa ingin selamat dari makar mereka, simaklah pembahasan berikut:

Makna Ayat Secara Umum  Lanjutkan membaca “MENGIKUTI KEBANYAKAN ORANG !”

Macam-macam Jual Beli

cara-cepat-menjual-rumah-1

Jual Beli.

Oleh
Syaikh Abdul Azhim bin Badawi al-Khalafi

Macam-Macam Jual Beli Yang Dilarang Syari’at
1. Bai’ul Gharar
Yaitu semua jual beli yang mengandung unsur jahalah (ketidak-jelasan) atau mengandung unsur mengadu peruntungan atau judi.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu ia berkata:

نَهَى رَسُولُ اللهِصَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ بَيْعِ الْحَصَاةِ وَعَنْ بَيْعِ الْغَرَرِ.

“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang bai’ul hashaat dan bai’ul gharar (menjual barang yang ada unsur penipuan)” [14]

Al-Imam an-Nawawi rahimahullah Lanjutkan membaca “Macam-macam Jual Beli”

Siapa Menanggung Dosa Riba

Nasabah Bank Ribawi Juga Ikut Menanggung Dosa

Pertanyaan

Saya berutang kepada seorang teman senilai Rp 100.000,- dengan perjanjian sebulan kemudian dikembalikan sebesar Rp 150.000,-. Ketika jatuh tempo tiba, saya berusaha hanya mengembalikan Rp 100.000,- saja, tapi dia ngotot minta tambahan sebesar 50 ribu.

Apa status hukum tambahan tersebut?

Jika itu riba, apakah saya berdosa karenanya?

Bagaimanakah cara untuk membersihkan diri dari uang utangan riba, mengingat uang utangan tersebut telah bercampur dengan harta saya yang lain?

Apa yang harus aku lakukan?

Jawaban:

Allah mengharamkan riba dan memberi Lanjutkan membaca “Siapa Menanggung Dosa Riba”

Ar Rayyan Agency, Bojong Gede

Bismillahirrohmanirrohim…
Assalamu’alaikum Wr. Wb.

SEGERA HADIR PRE LAUNCHING PERUMAHAN SYARIAH DI BOJONGGEDE – BOGOR

Persembahan Hasanah Land Group

Insya Allah dengan mengisi Formulir ini akan semakin memudahkan Kami dalam rangka membantu kebutuhan Bapak/Ibu semua untuk memiliki hunian yang nyaman dengan lingkungan Islami yang bisa menghantarkan ke Surga. Karena konsep yang kami tawarkan 100% Syariah, yaitu:

# Tanpa Riba
# Tanpa Pembiayaan Bank
# Tanpa Denda
# Tanpa Sita, Lelang, dan Pinalti
# Tanpa Akad Bathil
# Tanpa BI Checking
# Tanpa Bunga
# Lebih Tentram Dunia Akhirat

Sebelumnya, jawablah pertanyaan berikut : Lanjutkan membaca “Ar Rayyan Agency, Bojong Gede”

 

Nyaman dan Berkah

Tahukah anda?

Bahwa setiap Orang Pasti menginginkan rumah yang Nyaman, Aman, Tentram dan penuh kebahagiaan. Betul kan?? Atau yang bisa kita sebut dengan baiti jannati “Rumahku Surgaku”

Nah.. Mudah-mudahan andalah orangnya yg bisa mewujudkan Rumah yg seperti itu.
Mewujudkan Rumah Aman, Nyaman, Tentram dan Penuh Kebahagiaan.. Ya Rumahku Syurgaku.

Bagaimana ya?? Kira2 kita bisa mewujudkan rumah tersebut??.

Begini, segala sesuatu yang ada didunia ini semuanya datang dari Allah swt,maka apa yg kita inginkan? Ya tadi Rumah yg Aman, Nyaman, Tentram, dan penuh kebahagiaan.

Bagaimana caranya??
Kini sudah alhamdulillah sudah ada properti 100% syariah,
Tanpa Denda
Tanpa Bunga
Tanpa Sita
Tanpa Tanpa Akad Bathil
Tanpa Ribet.

InsyaAllah.. RUMAH Itu anda miliki, maka Hadir lah Rumah yg aman, nyaman, Tentram dan kebahagiaan. Aamiin

Miliki Rumah dengan Konsep Syariah Sekarang juga.

Bagi yang berminat memiliki hunian dengan konsep syariah serta mendapat kan penawaran menarik bisa mengisi form berikut:

https://goo.gl/forms/lMoEH2hYYzGbkSMz2

Insyaallah kami akan membantu sepenuhnya.

View on Path

Kritik: Anjuran Adzan di Telinga Bayi

Adakah tuntunan mengadzankan bayi ketika lahir?

Kebanyakan buku atau kitab yang menjelaskan hal-hal yang mesti dilakukan ketika menyambut sang buah hati adalah amalan satu ini yaitu adzan dan iqomah di telinga bayi yang baru lahir. Bahkan bukan penulis-penulis kecil saja, ulama-ulama hebat pun menganjurkan hal ini sebagaimana yang akan kami paparkan. Namun, tentu saja dalam permasalahan ini yang jadi pegangan dalam beragama adalah bukan perkataan si A atau si B. Yang seharusnya yang jadi rujukan setiap muslim adalah Al Qur’an dan hadits yang shohih.Boleh kita berpegang dengan pendapat salah satu ulama, namun jika bertentangan dengan Al Qur’an atau menggunakan hadits yang lemah, maka pendapat mereka tidaklah layak kita ikuti. Itulah yang akan kami tinjau pada pembahasan kali ini. Apakah benar adzan atau iqomah pada bayi yang baru lahir disyari’atkan (disunnahkan)? Lanjutkan membaca “Kritik: Anjuran Adzan di Telinga Bayi”

Polemik Wanita Menyetir di Kerajaan Saudi Arabia

Polemik Wanita Menyetir di Kerajaan Saudi Arabia

Seorang wanita Saudi yang menentang larangan mengemudi di kerajaan tersebut, terluka dan temannya tewas ketika mobil yang mereka kendarai terbalik di utara provinsi Hael, seorang juru bicara polisi mengatakan pada hari Senin kemarin (23/1). Lanjutkan membaca “Polemik Wanita Menyetir di Kerajaan Saudi Arabia”

BERBAHAGIALAH MEREKA YANG TAK POPULER.

BERBAHAGIALAH MEREKA YANG TAK POPULER.

Hatimu mungkin akan berbunga-bunga,
Saat tiba-tiba di sebuah sudut jalan,
Seorang atau beberapa orang menegurmu.
Engkau tak mengenal mereka.
Tapi –Allah mengujimu-ternyata mereka mengenalmu.
“Ustadz, kami biasa mengikuti pengajiannya…”
“Wajah Ustadz sering kami lihat di TV dan Youtube…”.

Alhamdulillah ‘ala kulli haal.
Dakwah tersebar ke penjuru negeri.
Sunnah semakin dipahami.
Semakin banyak orang senang dengan kebaikan.
Tapi…

Tapi bagaimana dengan DIRI ini?
Bagaimana dengan JIWA ini?
Bagaimana NASIB hati yang lemah ini?
Hati yang rapuh pada pujian.
Hati yang gemeretak pada sanjungan.
Duhai Rabbi,
Karuniakan keikhlasan tak habis-habisnya pada hamba yang ringkih ini…

Yahya bin Ma’in pernah bertutur:
“Aku tak pernah melihat seperti Ahmad bin Hanbal.
Kami menyertainya selama 50 tahun, namun tak pernah sekalipun
Ia membanggakan kesalehan dan kebaikannya kepada kami.
Beliau –rahimahullah-biasa mengatakan:
‘Kita ini adalah kaum yang miskin (baca: payah)’.”

Para ulama hadits menuturkan:
“Kami pernah melihat Imam Ahmad
pergi ke Pasar Baghdad untuk membeli seikat kayu bakar.
Beliau lalu memanggulnya di atas pundaknya.
Tapi ketika orang-orang mengenalinya,
Para pemilik dagangan meninggalkan dagangan mereka.
Para pemilik kedai meninggalkan kedai mereka.
Para pejalan kaki berhenti di jalan-jalan mereka,
untuk menyalaminya.
Mereka mengatakan: “Biar kami yang membawakan kayu Anda!”
Namun beliau menepiskan tangannya.
Wajahnya memerah sedih.
Lalu air matanya menetes, sembari berucap:
‘Kita ini adalah kaum yang miskin.
Andai saja Allah tak menutupi aib ini,
maka semuanya akan terbongkar’.”

Suatu waktu, seorang pria datang memujinya.
Namun Imam Ahmad mengatakan padanya:
“Aku bersaksi kepada Allah,
Sungguh aku mengecammu atas ucapan itu.
Demi Allah, andai engkau tahu dosa dan kesalahanku,
engkau akan melumuri kepalaku dengan tanah.”

Di kesempatan lain, beliau berucap:
“Duhai, andai saja aku tak kenal dengan popularitas.
Andai saja aku hidup di salah satu lembah Mekkah,
agar tidak ada lagi manusia yang mengenaliku.”
(Hilyah al-Auliya’, 9/181)

Maka berlarilah dengan hatimu dari kemasyhuran,
Meski engkau terpaksa menjadi masyhur.
Berlarilah menjauh dari popularitas,
Meski engkau terpaksa menjadi sosok yang populis.
Berlarilah di sepertiga akhir malam…
Berlarilah di khalwat-khalwatmu…
Berlarilah sambil menggumamkan istighfar tanpa putus
Berlarilah sambil mohon keteguhan jiwa,
agar selalu ikhlas dan ikhlas.

Ya Allah, ampuni hamba atas segala ketidakikhlasan
yang menyelusup dalam jiwa ini…

Akhukum wa Muhibbukum fiLlah,
Muhammad Ihsan Zainuddin

View on Path